Penggunaan Tembak Bius Dianggap Tidak Efektif

  • Whatsapp
BUAYA 1

BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Kepala Seksi Konservasi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, Haruna  menuturkan proses melepas ban di leher buaya di Sungau Palu, hingga Kamis (6/2/2020) sore hari belum membuahkan hasil. Ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan, selain dipengaruhi arus sungai yang deras, buaya berkalung ban hanya menampakan tubuhnya sesekali, lalu menghilang ke dalam sungai.

Haruna mengatakan, bahwa tim kali menerapkan metode penangkapan menggunakan alat harpoon yaitu alat semacam tombak yang ujung berbentuk seperti mata kail, dimana mata tombak diikat ujungnya dengan menggunakan tali yang panjang dan kuat sehingga objek yang tertangkap tidak dapat lepas dari mata tombak.  

Pilihan Redaksi :  Pemkot Palu Lindungi Keselamatan Kerja 3.823 PHL

“Ujung tombaknya sudah diukur sesuai ketebalan kulit buaya, sehingga tidak akan terlalu menancap ke dalam daging. Kalau kita menggunakan tembakan bius, tidak ada yang bisa menjamin buayanya tidak akan lari ke dalam air, dan sulit juga memperkirakan pengaruh biusnya bekerja, dan ini juga dikuatirkan akan membahayakan buaya tersebut,” ujarnya.

Menurut Haruna, proses penyelamatan buaya itu dilakukan pihaknya sejak lama, dan beberapa metode juga sudah dilakukan seperti menggunakan umpan daging ayam, hal itu dianggapa tidak efektif karena kala itu buaya tidak sedang lapar, dan di sungai Palu juga terdapat buaya-buaya lainnya sehingga itu menghambat proses untuk menangkap buaya berkalung ban.

Dia mengatakan, tim penangkapan kali ini melibatkan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan juga dibantu oleh Dit Polairud Polda Sulteng. Haruna berharap tugas itu dapat berjalan lancar, sehingga buaya dapat terbebas dari lilitan ban bekas itu.

Pilihan Redaksi :  Musyawarah KNPI Palu - Wali Kota Minta Pemuda Jaga Kearifan Lokal

Pantauan Mercusuar, tim bergerak menggunakan perahu karet dari arah muara menuju sungai Palu, tepatnya di bawah jembatan Palu I. Tim menggunakan peralatan sudah disiapkan untuk menyelamatkan buaya seperti harpun. Alat ini, biasa digunakan untuk menangkap  ikan paus, diman  ujungnya menyerupai anak panah yang diberi tali.

Tim juga mencoba cara lain untuk menghadirkan buaya berkalung ban dengan melempar ayam ke sungai. Namun, tetap saja buaya menampakan dirinya, kemudian menghilang.

Aksi penyelamatan ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Sultan Hasanudin menjadi macet, karena banyak pengendara yang penasaran, kemudian memarkirkan kendaraannya di badan jalan. IKI/AMR

Baca Juga