Pentingnya Donor Darah Menurut JK

  • Whatsapp
IMG-20201215-WA0030
  Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan perwakilan Palang Merah Internasional, Camelia Marinescu, menandatangani penyerahan rehabilitasi gedung dan peralatan Unit Donor Darah PMI Sulteng di Jalan Kartini, Senin (14/12) petang. Foto: Tasman Banto

PALU, MERCUSUAR – “Donor darah ini sangat penting karena kita bicara soal kehidupan,” ujar Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) HM. Jusuf Kalla (JK) di depan Markas PMI Sulawesi Tengah, Senin (14/12) petang.

Hal itu dikemukakan JK di depan Markas PMI Sulawesi Tengah di Jalan Kartini, Palu, Senin (14/12) petang. JK meresmikan dan penyerahan rehabilitasi gedung, peralatan laboratorium dan mobil Unit Transfusi Darah PMI Sulteng serta fasilitas kesehatan Puskesmas Pembangu Sirenja, Kabupaten Donggala.

Berita Terkait

Dalam rombongan, JK disertai mantan Menteri Kemenkum HAM, Hamid Awaluddin. Hadir di acara itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, Kapolda Sulteng, Irjen Abd Rakhman Baso, mewakili Danrem Tadulako, Ketua PMI Sulteng, Hidayat Lamakarate, dan pejabat lainnya.

Menurut JK, sehebat apa pun teknologi dan kehidupan, darah adalah salah satu materi yang tidak akan pernah bisa dibuat. “Kecuali Allah yang berikan,” tegasnya.
Dikatakan, setiap individu di dunia ini pasti memerlukan darah. Manfaat lainnya yang didapat, biasanya pendonor justru akan makin sehat setelah memberikan darahnya.
 “PMI tidak mungkin membeli dan mengadakan transaksi pembelian darah,” ujar JK.

Pilihan Redaksi :  Disuntik Vaksin Covid-19, Longki: Tidak Sakit, Seperti Dicubit

Dalam kondisi Covid-19, kebutuhan darah kadang sulit terpenuhi. Hanya anggota TNI dan Polri yang biasanya menjadi andalan untuk memenuhi permintaan darah.
Karenanya, kesempatan ini, JK juga memberikan penghargaan kepada Kapolda Sulteng, Komandan korem Tadulako, Panin Bank, dan NV Hadji Kalla yang telah banyak membantu terpenuhinya kebutuhan darah di PMI Sulteng.

JK selalu mengingatkan, pendonor darah idealnya dua persen dari total jumlah penduduk. Dengan demikian, donor darah dapat sempurna.

“Donor darah baru sempurnah jika kita bisa dapatkan dua persen dari total penduduk, jadi kalau penduduk Indonesia 260 juta harus disiapkan dua persen atau lima juta kantong darah,” kata JK.

Dia mengatakan, kebutuhan darah itu dapat terpenuhi karena adanya bantuan para donor dan relawan PMI di lapangan. Para relawan itu bekerja secara sukarela dan imbalannya hanya Tuhan yang mengetahui.

Pilihan Redaksi :  Disuntik Vaksin Covid-19, Longki: Tidak Sakit, Seperti Dicubit

Menurut JK, pentingnya donor darah yang diistilahkan setetes darah akan memberikan kehidupan bagi kemanusiaan. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya misi kemanusiaan tersebut.

“Pentingnya darah ini menggambarkan pada kita bahwa sehebat apapun ilmu pengetahuan, sehebat apapun professor belum dapat menciptakan darah. Di sinilah pentingnya saling menolong, hubungan manusia dengan manusia,” katanya.

Ia juga menjelaskan Palang Merah adalah organisasi terbesar di dunia. Cara kerjanya saling membantu. Tidak ada batas untuk melakukan bantuan di mana saja Negara yang membutuhkan bantuan.

“PMI pernah membantu beberapa Negara lain yang membutuhkan bantuan. Sama halnya di Palu, ketika terjadi bencana, Palang Merah Internasional, bulan Sabit Merah Turki sampai sekarang masih berada di Palu untuk memberikan bantuan,” katanya.

Sementara perwakilan Federasi Palang Merah Internasional atau International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) di Palu, Camelia Marinescu menjelaskan, sejak Oktober 2018 pihaknya menyerahkan Unit Donor Darah terdiri unit mobil donor darah senilai Rp 889.900.000. peralatan medis Rp 2.007.126.400, peralatan non medis Rp 234.635.600, dan rehabilitasi UDD senilai rp 417.262.100.

Pilihan Redaksi :  Disuntik Vaksin Covid-19, Longki: Tidak Sakit, Seperti Dicubit

“Total yang diinvestasikan beserta peralatan tidak termasuk pralatan donor darah sebesar Rp 3.548.924.200,” kata Camelia sebelum menyerahkan bantuan mobil donor darah kepada JK.

Sebelumnya JK juga menjelaskan, PMI selain mengelola pendonor darah untuk misi kemanusian, untuk penanganan kebencanaan di Indonesia memiliki enam gudang logistik. Gudang itu berlokasi di Banten, Semarang, Surabaya, Bandung, Gresik, dan Makassar.

Menurut JK, Indonesia memang penuh dengan kebencanaan di balik sumber daya alam yang juga kaya. Hal itu terbukti dalam lima bulan terakhir, terjadi bencana alam berupa gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), tsunami di Sulteng dan Banten, juga longsor di sejumlah daerah di Jawa.

Karena itu, lanjut dia, dibutuhkan kesiapsiagaan di lapangan dan peran PMI, termasuk para relawannya sudah menjalankan itu sebagai tugas pokok dan tugas rutinnya.MAN

Baca Juga