Pentingnya Manajemen Data Dalam Penanggulangan Bencana

0 45

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.


PALU, MERCUSUAR – Indonesia, khususnya Kota Palu, adalah daerah yang rawan bencana alam, terutama gempabumi, tsunami dan likuefaksi. Oleh karena itu, mitigasi bencana harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah dan masyarakat.

Demikian dikatakan Dosen Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad), Dr. Eng. Hendra Setiawan, ST, MT, pada General Lectures Series One Asia Foundation (OAF) , Seri 8, Jumat (1/11/2019), di Theatre Room Untad. Lulusan S1 Universitas Tadulako, S2 Universitas Gadjah Mada, dan S3 Kanazawa University ini, tampil membawakan kuliah dihadapan ratusan peserta kuliah, yang merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, yang memprogramkan mata kuliah Pendidikan Komunitas Asia.

Dr. Hendra menjelaskan, dalam mitigasi bencana, manajemen data dan informasi, memegang peranan penting untuk keberhasilan penanggulangan bencana, seperti meningkatkan kesiapsiagaan, dan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah, melalui Bappenas, Bappeda, dan sejumlah instansi terkait kebencanaan lainnya kata dia, telah mencoba untuk membuat sistem data dan informasi, yang dapat digunakan oleh masyarakat, dalam usaha meningkatkan kesiapsiagaan masyarakatakan bencana.
Metode dan aplikasi yang terakhir yang dikembangkan kata Dr. Hendra, adalah INARISK, yang merupakan aplikasi informasi bencana yang mudah dan cepat. Aplikasi ini dapat digunakan semudah menggunakan aplikasi pada gawai.

Aplikasi ini kata dia, akan memberikan informasi resiko bencana dan langkah mitigasi yang dapat dilakukan pada setiap lokasi yang ingin diketahui. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap menghadapi bencana, yang harapannya akan dapat mengurangi korban yang ditimbulkan, pada saat bencana terjadi.
Media juga menurutnya, merupakan alat komunikasi yang baik, untuk menyebarkan informasi tentang bencana alam, khususnya media sosial. Dalam beberapa bencana alam yang terjadi di Indonesia, seperti banjir di Jakarta, juga meletusnya Gunung Agung di Bali, media sosial menjadi sarana yang cukup efektif dalam menyebarkan informasi akan bencana tersebut ke masyarakat, dengan cepat dan akurat.

Berdasarkan pengalaman tersebut kata Dr. Hendra, pemerintah melalui lembaga terkait, diharapkan dapat meningkatkan peranan media sosial dalam mitigasi bencana, khususnya dalam sistem data dan informasi kebencanaan. Dengan sistem data dan informasi kebencanaan yang baik, diharapkan akan dapat memberikan kontribusi dalam usaha untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat, menghadapi bencana alam. JEF/*

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish