Penyemprotan Dimulai, Desinfeksi dan Desinseksi tak Berbahaya

0 130

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Penyemprotan Desinfeksi dan Desinseksi di lokasi yang terdampak bencana lukuifaksi, yaitu Kelurahan Balaroa dan Betopo direncanakan akan laksanakan pada Selasa 16 Oktober besok. Hal ini disampaikan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokoler Sekertariat Daerah Provinsi, Mohammad Haris Kariming, melalui rilisnya, Senin (15/10/2018).

“Pertama penyemprotan rencana akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 16 Oktober jam 6 – 8 pagi dengan pertimbangan angin pagi hari,” ungkap Karo Haris.

Kedua lanjut dia, penyemprotan menggunakan helikopter dengan metode water bombing pada titik tengah lokasi terdampak lukuifaksi. 
Ketiga, efek cairan desinfeksi dan desinseksi disebut tidak berbahaya bagi manusia.

“Cairan tersebut untuk kuman, bakteri, serta vektor penyakit diare, kolera, malaria, dan demam berdarah, yaitu nyamuk lalat, dan kecoa,” katanya.

Yang keempat sebut Karo Haris, tidak berbahaya bagi masyarakat yang posisinya berada dalam rumah dan dalam tenda pengungsian pada saat penyemprotan, cukup dengan memakai masker penutup hidung dan mulut.
Kelima, ia mengimbau untuk masyarakat yang berada di luar rumah dan tenda pengunsian sekitar Balaroa dan Petobo yang menyaksikan penyemprotan supaya berada radius 200 meter dari titik water boming. 

“Keenam waktu 6 jam setelah penyemprotan efek dari cairan disinfeksi aman dan bersih bagi masyarakat,” ujar Karo Haris.

Ketujuh katanya, pada hari ini, Senin 15 Oktober akan dilaksanakan penyemprotan dan pengasapan cairan desinfeksi dan desinseksi di wilayah pinggiran seputaran Petobo dan Balaroa yang terdampak likuifaksi oleh tim gabungan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kesehatan TNI AD, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah. BOB

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish