Perempuan Penyintas Bencana Dilatih Membuat Kue

0 32

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR-Toko Bahan Kue (TBK) Cherry Boga, menggelar pelatihan gratis pembuatan kue, bagi perempuan penyitas bencana.

Kegiatan itu merupakan kepeduluan TBK dalam upaya pemulihan ekonomi perempuan-perempuan Penyintas Bencana Palu-Sigi-Donggala.

L Juwan pemilik Toko Bahan Kue Cherry Boga, mengatakan pelatihan pembuatan roti, donat dan kue yang dilakukannya murni merupakan empati dan rasa kemanusiaan.

“Pelatihan ini dimulai dari tanggal 5 – 10 November 2018 di Palu. Dari pagi sampai sore,” terang J Luwan, kemarin.

Sebelum pelatihan, dilakukan interview untuk seleksi peserta yang benar-benar menjadi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi.

Para peserta dipilih berdasarkan keinginan kuat untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi dalam rumah tangga atau sebagai peluang usaha skala kecil atau industri rumah tangga.

“Peserta sebanyak dua puluh orang, yang terbagi dalam dua kelas pelatihan,” paparnya.

Dalam pelatihan ini, diajarkan bagaimana cara membuat Roti, Donat dan Kue oleh chef yang diundang khusus dari Jakarta. Kemudian peserta diminta membuat sendiri dari resep yang ada, dan di evaluasi hasil akhirnya oleh chef.

“Pelatihan ini tidak dipungut biaya alias gratis dari TBK Cherry Boga. Kami mempunyai harapan agar ilmu yg didapat oleh setiap peserta dapat dimanfaatkan dengan baik ke depannya dalam pemulihan ekonomi,” kata J Luwan.
“Peserta yang telah memiliki keterampilan ini diharapkan dapat berbagi ilmu yang didapat ke orang lain yg membutuhkan,” imbuhnya.

Masih menurut J Luwan, dirinya berharap selain bimbingan juga dibutuhkan bantuan permodalan untuk perempuan penyitas bencana, sehingga berkembang usaha dan ekonominya. “Menjadi harapan besar, bila mendapat perhatian dan bimbingan dari pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat luar yang diharapkan dapat memberikan modal bagi kelompok-kelompok Perempuan Penyintas Bencana ini untuk mendapatkan modal usahanya,” ujarnya.

Bantuan modal ataupun pendampingan dibutuhkan agar peluang usaha bagi mereka terus berlanjut dan dapat menciptakan lapangan kerja yang, sebagai penggerak ekonomi keluarga dan daerah.TMU/*

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish