Pertanahan Touna Terbaik di Sulteng

PROGRESS PEKERJAAN

0 16

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TOUNA, MERCUSUAR – Progres pekerjaan Kantor Pertanahan Kabupaten Tojo Unauna (Touna) mendapat penilaian sangat baik, bahkan tertinggi se Sulteng.

Hal itu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) oleh Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sulteng.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Sulteng, Aag Nugraha saat kunjungan Monev kinerja di Kantor BPN Touna, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini disertai tuntutan yang besar terhadap layanan pertanahan, maka Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen untuk melakukan transformasi data digital, agar pepper less (mengurangi penggunaan kertas) dengan sistem pelayanan pertanahan berbasis online.

“Sejak dimulai kegiatan PTSL arsip/warkah mulai disimpan secara digital, karena media penyimpanan secara hard copy memerlukan banyak tempat dan peralatan, serta arsip rentan terhadap waktu, cuaca dan bencana alam. Dengan penyimpanan digital dapat di back up dibeberapa media .agar bisa terjaga rahasia dan keberadaannya dengan aman,” ujar Aag Nugraha.

Menurut Aag, dengan berkembangnya teknologi, ATR/BPN tidak mau ketinggalan dalam melakukan percepatan pelayanan pertanahan, seiring makin meningkat permohonan ke Kantor BPN. “Selain cepat hasilnya harus akurat dan tepat, sehingga tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjutnya, harus didukung Sumber Daya Manusia yang mumpuni, bekerja secara profesional dengan pola-pola yang lebih baik, sejak pendaftaran, pengolahan data, kontrol  kualitas sampai terbit produk. “Simpul-simpul kegiatan dibantu menggunakan aplikasi digital agar mudah dimonitor, baik secara intern maupun ekstern/pemohon,” ujarnya. 

Dijelaskannya, pemohon secara detail dapat memonitor proses pengolahan, hingga jika kurang berkas dapat segera dikonfirmasikan pada pemohon sampai pengambilan hasilnya.

Pembuatan aplikasi itu, lanjut Aag, dimulai tahun 2000 dan sampai saat ini terus dilakukan penyempurnaan karena banyak variable. Diantaranya, subyek hak/alas hak perorangan maupun badan hukum;  obyek hak meliputi batas tanah, letak tanah dan posisi tanah. Kemudian,  peraturan, jangka waktu, jenis hak, jenis pelayanan, serta DSB.

Dia berharap, sistem digitalisasi itu dapat membuat transportasi di Kantor BPN sehingga masyarakat dapat cepat. “Hal ini akan meningkatkan pelayanan informasi pertanahan berbasis teknologi. Nanti orang yang butuh informasi pertanahan tidak perlu pergi ke Kantor Pertanahan tinggal akses lewat perangkat ponsel,” tutupnya. DEL 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish