Pilar Tangkasi Lolos ke Final

MHL Cup 2019.

0 10

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Gelandang bertahan ,M Said membuka keunggulan Pilar Tangkasi di menit ketujuh.  Selanjutnya penyerang ‘bandel’ Arie Ashari  menggandakan keunggulan Pilar Tangkasi menjadi 2-0 ketika dengan mudah melewati pertahanan kanan Dermawan dan menaklukkan kiper dari sudut sempit di menit ke-21.

Lini pertahanan Dermawan Baliase tampak panik  mendapat gempuran bertubi-tubi dari pemain  Pilar Tangkasi  sepanjang babak pertama. Dan Moh Ikbal memanfaatkan situasi teresebut dengan mencetak gol ketiga bagi Pilar Tangkasi  di menit ke-35. 

Meski demikian pada lima menit jelang jeda babak pertama sebuah kesempatan mencetak gol di dapat Dermawan Baliase dari sepakan bebas depan kotak pinalti. Tapi sepakan Arisman melenceng tipis.

Tertinggala 0-3,  Dermawan Baliase langsung memberikan ancaman di babak kedua ketika sundulan tipis Arisman akhirnya memecah kebuntuan dan membuat Dermawan Baliase menipiskan jarak menjadi 1-3.

Namun keran  gol Tangkasi belum tertutup meski sudah unggul 3 -1.  Dan sebuah taktikal keren diperlihatkan Pilar Tangkasi dari sepak sudut Arie Ashari yang melintas depan Ikbal dan tampa sentuhan  disambar Rezam Baskoro  dan membuat Tangkasi kembali menjauh , 4-1.

Dermawan Baliase mencetak gol kedua dari sepakan bebas  Aditya. Sayangnya waktu yang tersisa sedkit tak bisa menolong  Dermawan Baliase dan menyerah 2-4.

Usai laga, pelatih Pilar Tangkasi, Theo Hakim mengakui masih terdapat beberapa kesalahan dalam timnya.   

“Dalam posisi unggul 4-1 sebenarnya ada strategi yang kita coba di babak kedua, tapi ternyata tidak berhasil di pertandingan ini dan kedepannya harus tidak lagi seperti itu.  Dan soal rotasi pemain yang kita  lakukan ini untuk menjaga pemain supaya bisa bugar dan fresh  bermain di babak final apalagi ada yang sudah terkena kartu kuning. Jadi, tadi memang ada mis di posisi lini tengah yang mengakibatkan lawan  sempat mengambil alih serangan. Karena itu mungkin karena rotasi yang kita lakukan,” terang coach Theo Hakim. 

Dia mengakui di babak pertama anak asuhnya bermain sesuai harapan. “Kalau saya lihat trend bermain kita ini ada di babak pertama ketika dengan formasi 4-3-3. Dan di babak kedua kita coba alternatif lain dan ternyata tidak mampu,” tutupnya. CLG    

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish