PMI Bentuk Kelompok Siaga Bencana di Sigi

0 94

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sigi menggelar program pengurangan resiko bencana melalui pembentukan kelompok siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT). Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat mempunyai kapasitas dalam penanganan mitihasi bencana.

Para peserta kegiatan tersebut dibekali dengan materi tentang pengembangan kapasitas masyarakat, menilai kerentanan wilayah, mengenali bahaya kerentanan, resiko dan kapasitas hingga pemetaan wilayah rentan di desa. 

Pembentukan SIBAT dilakukan di 7 desa yang berada di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Sigi Biromaru, Kecamatan Dolo, Kecamatan Tanambulava, dan Kecamatan Dolo Selatan. Setiap desa dibentuk 20 orang yang mewakili setiap lapisan masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemerintah desa, agar terdapat keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat disetiap wilayah desa masing-masing. 

Hingga saat ini, setelah melalui proses advokasi dan sosialisasi program pembentukan SIBAT, telah ada 6 desa yang sedang menjalankan Bimtek SIBAT, yaitu Desa Sidera, Desa Jono Oge, Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru, Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava, dan Desa Sambo Kecamatan Dolo Selatan.

Ketua PMI Kabupaten Sigi, H. Moh. Agus Rahmat Lamakarate bersama pengurus saat membuka dan memonitoring setiap kegiatan SIBAT menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas program dari PMI Pusat melalui donor oleh IFRC (International Federation of Red Cross and Red Crescent Society) atau perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. 

Ia berterima kasih kepada fasilitator bimbingan teknis yaitu Gufthan Tsalasa asal PMI Kota Jakarta, Faisal Burhanuddin dari PMI Kota Makassar, dan Ahmad Habib asal PMI Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain fasilitator pusat, kegiatan tersebut juga didampingi oleh fasilitator lokal yang berasal dari relawan PMI Sigi yang telah mendapatkan bimbingan dan mempunyai kapasitas dalam penyampaian mengenai materi pengurangan risiko bencana. 

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini , masayarakat yang tergabung dalam kelompok sibat dapat menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi masyarakat lainnya dalam hal pengurangan risiko bencana. Selain itu, tim SIBAT ini kemudian dapat menjadi relawan PMI yang berada di desa masing-masing, sehingga dapat mempermudah dalam penanganan bencana di kabupaten Sigi. 

Hingga saat ini, PMI Sigi masih terus melakukan peningkatan kapasitas baik di tingkat, staff dan relawan, juga peningkatan kapasitas di masyarakat.  Selain itu juga masih melakukan  pelayanan di masyarakat, diantaranya, seperti distribusi relief dan dukungan psikososial disekolah dan lingkup masyarakat.MAN

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Komentar
Loading...