PMI dan PLKP Sulteng, Latih Ribuan Penyintas Bencana

  • Whatsapp
Pelatihan Penyintas
PELATIHAN - Suasana pelatihan yang diikuti sejumlah penyintas bencana dari Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parmout, yang dilaksanakan PMK dan PLKP, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

TALISE, MERCUSUAR – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Forum PLKP Sulteng  melakukan pelatihan vokasi bagi 1.800 korban bencana di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Ribuan peserta pelatihan ini mendapatkan bekal keterampilan dengan 14 kejuruan sejak 14 Oktober 2020 lalu.

Pelatihan berlangsung secara serentak di empat wilayah terdampak bencana gempa bumi 28 September 2020 lalu. Kegiatan juga melibatkan lima provider antara lain Balai Latihan Kerja (BLK) Palu, Politeknik Palu, Lembaga Latihan Kerja (LLK) Donggala,SMK Sigi serta Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Provinsi Sulawesi Tengah. Menariknya, karena peserta pelatihan ini sasaran utamanya adalah remaja dan perempuan.

Pilihan Redaksi :  Lagi, Untad Amankan Peserta UTBK Pengguna "Joki”

Berita Terkait

Jenis kejuruan yang diberikan kepada korban bencana yang menjadi peserta pelatihan ini antara lain tata boga seperti makanan dan kue kering, juga ada pelatihan  komputer, tata rias pengantin, otomotif, kecantikan kulit, menjahit, las dan servis elektronik.

Namun dari sekian kejuruan tersebut, yang paling banyak peminatnya adalah tata serta kecantikan. Instruktur yang dilibatkan dalam pelatihan ini selain dari guru sekolah kejuruan juga dari tenaga pengajar  yang sudah tersertifikasi dan memiliki kompetensi.

Alfianti,  seorang peserta dari Desa Sibowi, Kabupaten Sigi mengaku sangat senang bisa ikut dalam kegiatan yang dimotori PMI dan IFRC tersebut. Ia berharap setelah selesai mengikuti pelatihan, bisa mendapatkan keterampilan dan berusaha secara mandiri di desanya.

Pilihan Redaksi :  Kasus Suap Mantan Bupati Balut- Tiga Penyuap Dituntut Penjara 30 Bulan

Alhamdulillah pak, kami sangat senang bisa ikut dalam pelatihan ini. Ini sangat bermanfaat . Bisa dapat ilmu gratis. Semoga dari hasil pelatihan ini saya bisa buka usaha sendiri di kampung,’’ujarnya. 

Sementara itu, seorang instruktur, Nuraeni menyampaikan untuk kejuruan tata boga makanan berlangsung selama 18 hari. Selama kegiatan,  peserta  diberikan materi tentang keselamatan kerja dan kewirausahaan  juga menikuti praktik pembuatan makanan sebanyak delapan menu.

Sementara itu Ketua DPD Forum PLKP Provinsi Sulawesi Tengah Amrin Lamatolo, S.Sos kepada media ini mengatakan, hasil dari kegiatan ini tentunya diharapkan bisa memberikan bekal keterampilan kepada peserta sehingga nantinya bisa berwirausaha. IKI/*

Baca Juga