Polres Sigi Apel Gelar Pasukan

OPERASI KETUPAT TINOMBALA

0 66

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Polres Sigi melaksanakan apel gelar pasukan, dalam  rangka mengecek kesiapan personil, yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tinombala 2019, di halaman Mako Polres Sigi, Selasa (28/5/2019). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta, didampingi Wakapolres Sigi, Kompol Paulus Morik.

Kompol Paulus menyatakan, Operasi Ketupat yang sebelumnya dikenal dengan Ops Ramadniyah ini, akan berlangsung selama 13 hari, dari tanggal 29 Mei hingga 10 Juni, dengan mengedepankan pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat, yang melaksanakan hari raya Idul Fitri.

Lanjutnya, operasi ini melibatkan berbagai unsur terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ia menyatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala ini, Polres Sigi mendirikan sebanyak tujuh pos, yang terdiri atas satu pos pelayanan, bertempat di simpang empat Jalan Karanjalembah dan enam pos pengamanan, yang tersebar di wilayah Sigi.

Kemudian lanjutnya, operasi kali ini akan menurunkan sebanyak 303 personil gabungan, yang terdiri atas Polri 148 personil, TNI 30 personil, Pol PP 30 personil, Dishub 40 personil, PMI 30 personil, Damkar 10 personil, BPBD 10 personil dan Dinas Kesehatan lima personil. Mereka pun diharapkan mampu melaksanakan operasi ini aman, lancar dan baik.

Pihaknya pun berharap seluruh masyarakat, juga dapat berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas yang ada, sehingga pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Sigi, bisa berlangsung aman dan damai.

Adapun amanat tertulis Kapolri, Jenderal Polisi Prof Muhammad Tito Karnavian yang dibacakan Bupati Sigi, Irwan mengungkapkan, untuk menjaga kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif, seluruh personil diperintahkan untuk mampu menekan angka kejahatan, dengan melakukan sambang dan patroli dialogis, berikan atensi penuh pada titik rawan laka dan rawan macet, serta menciptakan harmonisasi secara sinergi, di antara seluruh stakeholders terkait.

Apel tersebut diakhiri dengan pengecekan personil dan kendaraan, yang akan digunakan selama operasi tersebut berlangsung ke depan. BAH

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish