Program Redistribusi Tanah, Capai 143.119 Bidang

  • Whatsapp
FOTO REDISTRIBUSI TANAH
PJ Sekprov Sulteng, Moeliono pada acara ekspose pelaporan IP4T tahun 2020 di Santika Hotel Palu, Senin (14/12/2020). FOTO: DOK HUMAS PEMPROV

PALU, MERCUSUAR – Dalam lima tahun terakhir Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Negara dan BPN kabupaten/kota se Sulteng telah berhasil melaksanakan program redistribusi tanah sebanyak 143. 119 bidang, dengan seluas 144.019.36 hektare. 

Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Moeliono membacakan sambutan Gubenur Sulteng saat membuka acara ekspose pelaporan Inventarisasi Pengusaan, Pemilikan, Pengunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Tahun 2020 di Santika Hotel Palu, Senin (14/12/2020).

Berita Terkait

“Saya berharap semoga program tersebut berjalan dan bertambah pada setiap tahunnya,” tutur Moeliono.

Pilihan Redaksi :  Bidang Kesehatan, Bupati Sigi Sebut Perlu Penanganan Serius

Khusus pada masyarakat penerima sertifikat redistribusi tanah, sambungnya, pemprov berharap kiranya sertifikat tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk membantu peningkatan produksi ataupun ekonomi keluarga.

Dikatakannya, Pemprov Sullteng mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk bekerjasama dengan stakeholder terkait, dalam peningkatan akses reform. “Guna menindak lanjuti pembagian tanah melalui redisribusi tanah dengan menggulirkan program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil (kakanwil) BPN Sulteng, Doni Janarto Widiantono menjelaskan pihaknya dalam menyiapkan basis data melalui kegiatan IP4T.

“Tahun 2020 sebanyak 133.850 bidang tanah yang tersebar di 12 kabupaten. Sementara untuk Kota Palu sudah dilaksanakan tahun ini pendataan IP4T, secara lengkap ditahun 2019,” ujarnya.

Kanwil BPN Sulteng, lanjut Kakanwil, melaksanakan IP4T untuk pulau-pulau kecil di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Unauna (Touna).

Pilihan Redaksi :  Covid-19 di Sulteng Tembus 10.013 Kasus

Tujuan program IP4T adalah untuk mengetahui kondisi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah masyarakat serta mengetahui kondisi ketimpangan P4T dan besaran pemilikan dan penguasaan tanah. Selain itu, untuk merumuskan kebijakan atau program lebih lanjut pertanahan dan pemerintah baik di tingkat provinsi maupun pusat, serta mengidentifikasi sengketa dan konflik pertanahan guna tercapainya tujuan berkeadilan untuk masyarakat.

‘Output’ yang dihasilkan dari program IP4T, kata kakanwil, di antaranya atlas pertanahan atau peta informasi pertanahan (PIP) yang memuat informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.

“Peta ini dikembangkan dari kegiatan inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (IP4T) yang dilaksanakan setiap tahun di Kantor Pertanahan,“ ujarnya.

Pilihan Redaksi :  Positif Covid-19 Bertambah Jadi 10.025 Kasus

Dijelaskan Kakawil, atlas pertanahan itu dibuat dengan format geopdf, yaitu format dokumen portable yang memuat informasi peta yang dapat dibaca menggunakan aplikasi Acrobat, Avenza maupun aplikasi serupa lainnya.

Terkait dalam penguatan dan mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, Kanwil BPN Sulteng telah melaksanakan kegiatan reditribusi tanah. “Beberapa akan diserahkan secara simbolis pada kesempatan hari ini (Senin, 14/12/2020),” katanya.

Ditambahkan Kakanwil, target redistribusi tanah Kanwil BPN Sulteng tahun 2020 adalah sebanyak 31.173 bidang. BOB

Baca Juga