Program Sikomandan 2020 – Target IB Tercapai 75 Persen

  • Whatsapp
DANDY ALFITA 2

PALU, MERCUSUAR – Program pemberian Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi di Sulteng tahun 2020, sepanjang Januari sampai September terealisasi hingga 75 persen dari target.

Pemberian IB tersebut merupakan bagian dari optimalisasi reproduksi melalui program nasional Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) yang dicanangkan Menteri Pertanian RI.

Berita Terkait

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulteng, Dandi Alfita menjelaskan target Program IB di Sulteng tahun 2020 sebanyak 20.500 ekor. Dari target tersebut yang tercapai hingga September 2020 sebanyak 15.370 ekor.

Pilihan Redaksi :  Turunkan Stunting di Sigi, Pemkab Harapkan KPM Tingkatkan Kapasitas 

Dari jumlah IB tersebut, yang mencapai kebuntingan pada periode yang sama mencapai 14.000 ekor dan kelahiran mencapai 13.005 ekor. Penerima terbanyak berasal dari Kabupaten Banggai dengan capaian IB sebanyak 5.555 ekor.

“Target IB di Sulteng tahun ini 20.500 ekor. Sedangkan realisasinya hingga September 2020 sudah mencapai sekitar 75 persen dari target,” kata Dandi Alfita di ruang kerjanya, Senin (26/10/2020).

Lanjutnya, program tersebut telah menelan anggaran operasional sekira Rp1,14 miliar, dengan rincian telah digunakan untuk IB Rp461.100.000, pemeriksaan kebuntingan Rp420.000.000 dan pemeriksaan kelahiran Rp260.100.000.

“Untuk IB dan pemeriksaan kebuntingan masing-masing Rp30 ribu per ekor, sedangkan untuk kelahiran Rp20 ribu per ekor,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  Pandemi Tak Surutkan Pelayanan Haji

Anggaran tersebut, sambung Dandi Alfita, berasal dari APBN karena merupakan bagian dari program nasional. Anggarannya digunakan untuk membiayai operasional petugas yang ditempatkan di masing-masing daerah, sedangkan pelayanan untuk peternak tidak dipungut biaya.

Para petugas yang ditempatkan masing-masing daerah, katanya, memiliki sertifikat melaksanakan inseminasi buatan.

“Petugasnya dibiayai, pelayanannya gratis untuk peternak,” pungkasnya. IEA

Baca Juga