Puluhan Dosen Ikut PEKERTI

Pusbang PMPP LPPMP Untad

0 59

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TONDO, MERCUSUAR – Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako (Untad) melalui Pusbang PMPP, melaksanakan program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI), yang dimulai pada Senin (22/4/2019). Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari tersebut, dilaksanakan di Gedung Media Center Untad.

Ketua Panitia, Dr. Achmad Herman, S.Sos, M.Si menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 35 orang peserta dari 11 fakultas, 2 PSDKU (Morowali dan Tojo Una-una), serta pihak perguruan tinggi swasta (PTS), yang ikut bergabung, seperti dari STIKKES dan Politeknik Palu. Para peserta ini terdiri dari dosen yang baru terangkat sebagai PNS serta dosen BLU dan dosen tetap non PNS.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua LPPMP Untad, Dr Golar, SHut, MSi. Dalam sambutannya, Golar berharap, para peserta mampu menjadi dosen yang memiliki kompetensi dalam merancang, mengevaluasi, serta meningkatkan proses pembelajaran bagi mahasiswa. 

Sementara itu, Koordinator Pusbang PMPP, Dr Marungkil Pasaribu, MSc mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan perdana untuk 2019. Menurutnya, selama setahun ini, akan ada dua angkatan PEKERTI di semester genap dan semester ganjil.

“Pelatihan pekerti ini sesuai mekanisme dari DIKTI. Dalam pelatihan ini akan dilihat bagaimana cara meningkatkan kompetensi dasar dosen dalam merancang, mengevaluasi, serta meningkatkan proses pembelajaran bagi mahasiswa. Apalagi sekarang metode pembelajaran semakin berkembang,” ujarnya.

Ketua Panitia, Dr Achmad Herman, S.Sos, M.Si menjelaskan, tingkat selanjutnya dari PEKERTI adalah Applied Approach (AA). Para peserta kata dia, tidak bisa mengikuti AA, jika belum ikut PEKERTI.

“Setelah mereka ikut materi selama lima hari, kemudian mereka akan dinilai cara mengajarnya, kemudian pihak LPPMP Untad melalui Pusbang PMPP akan mengadakan evaluasi, apakah hasil-hasil pelatihan sudah mereka terapkan, minimal dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.

PEKERTI ini kata Achmad Herman, selain untuk melihat kompetensi dosen, juga melihat bagaimana proses transfer ilmu, variasi dalam mengajar, serta kemampuan mengevaluasi hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah itu sendiri. Selain itu, dalam PEKERTI juga akan dilatih, bagaimana dosen memiliki wawasan memanusiakan manusia, dengan melihat mahasiswa sebagai sebuah potensi yang bisa dibangkitkan daya nalarnya. JEF

  

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish