Puluhan Guru Ikuti Pelatihan MBS

  • Whatsapp
MBS
PELATIHAN - Puluhan guru SMP Kota Palu, Sigi, dan Donggala, saat mengikuti pelatihan MBS yang dilaksanakan disalah satu hotel Kota Palu, Sabtu (12/12/2020). FOTO: RUSTAM/MS

LERE, MERCUSUAR – Puluhan guru tingkat SMP di tiga kabupaten/kota di Sulteng yaitu Donggala, Sigi dan Kota Palu mengikuti pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di salah satu hotel di Palu, Sabtu (12/12/2020).

Pelatihan tersebut dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang dihadiri langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi dan berbagai tamu undangan lainnya.

Berita Terkait

“Manajemen berbasis sekolah merupakan suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada kepala sekolah. Dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Kepala Disdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi.

Pilihan Redaksi :  Puluhan Guru Dapat Surat Teguran Kedisplinan

Manajemen berbasis sekolah merupakan model penyelenggaraan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada sekolah. Baik dalam menyusun dan melaksanakan program pendidikan di sekolah, sesuai dengan kebutuhannya melalui pemberdayaan sumber-sumber daya yang ada termasuk partisipasi masyarakat.

Sehingga, kata Ansyar lebih mencerminkan adanya upaya peningkatan pemberian pelayanan penyelenggaraan pendidikan secara demokratis, transparan dan akuntabel secara nyata untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efisien dan efektif tanpa mengesampingkan tujuan pendidikan nasional.

“Berbagai kelebihan dalam MBS ini diantaranya, Sekolah sebagai lembaga pendidikan lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya dibandingkan dengan lembaga-lembaga lainnya, sehingga dia dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya,” terangnya

Pilihan Redaksi :  Puluhan Guru Dapat Surat Teguran Kedisplinan

Ia menambahkan sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. 

Sekolah bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan.

Sekolah juga dapat melakukan persaingan sehat dengan sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat. UTM

 

Baca Juga