PWI Sulteng Kirimkan Daftar Wartawan ke Dinkes untuk Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp
9A98DD81-B324-43F2-A625-9CED01FD6845

 

PALU, MERCUSUAR- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng telah mengirimkan daftar nama-nama wartawan ke Dinkes Sulteng, untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Berita Terkait

Pengiriman nama-nama tersebut menindaklanjuti kebijakan Presiden Joko Widodo dan hasil koordinasi Pengurus PWI Pusat dengan Kementerian Kesehatan.

“Wartawan termasuk pekerja publik yang rawan tertular virus Covid, olehnya menjadi salah satu yang mendapat prioritas vaksinasi,” terang Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara, Kamis (4/3/2021).

Sekira 200 anggota PWI Sulteng didaftarkan untuk vaksinasi tersebut.

“Berapa yang akan divaksin kami mengikut kebijakan Dinkes Sulteng, sesuai kuota vaksin yang ada saat ini dan tentu setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan diketahui siapa yang bisa dan tidak. Teknisnya PWI mengikut kesiapan Dinkes, termasuk soal kapan vaksinasi dilaksanakan,” kata Mahmud.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi 5.512 wartawan di Senayan yang dimulai hari ini. Jokowi menyampaikan alasan wartawan mendapatkan vaksin karena bertugas di lapangan dan sering bertemu dengan narasumber.
“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat HPN bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi dan alhamdulillah pagi ini dimulai untuk 5.512 awak media yang prosesnya tadi saya lihat berjalan lancar dan baik,” kata Jokowi, dalam keterangan tertulis Dewan Pers, Kamis (25/2/2021).

Pilihan Redaksi :  Disdikbud Sulteng Bebaskan Sekolah Gunakan Dana BOS

Jokowi berharap vaksinasi COVID-19 dapat melindungi awak media di lapangan. Hal itu karena tugas wartawan yang bertemu dengan banyak narasumber setiap harinya.

“Wartawan sering berinteraksi dengan publik, dengan narasumber,” kata Jokowi.

Jokowi berharap proses vaksinasi massal wartawan yang berlangsung hingga 27 Februari 2021 di Jakarta ini bisa dilakukan di provinsi-provinsi lain. Hal itu agar seluruh awak media segera mendapat vaksin.

Jokowi menilai wartawan sebagai salah satu pihak yang melakukan pelayanan publik. Oleh karena itu, dimasukkan dalam program vaksinasi tahap kedua.

Dalam acara tersebut, turut hadir antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Informasi dan Informatika RI Johnny G Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari.

Pilihan Redaksi :  Vaksinasi Guru Madrasah Diharap Tuntas Sebelum Juli

Mohammad Nuh mengatakan vaksinasi Covid-19 bagi wartawan adalah bagian dari tugas Dewan Pers yaitu melindungi pers dari tekanan dan ancaman dari luar ketika menjalankan tugas jurnalistik, selain ancaman penyakit dari dalam tumbuh.

“Karena itu, wartawan, insan pers, harus diberi perlindungan dengan vaksin, supaya sehat dan bisa menyajikan berita berkualitas,” ujar Mohammad Nuh.

PWI Sambut Baik Vaksinasi

Secara terpisah, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan pihaknya mengapresiasi pemerintah karena memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

“Kami juga senang, pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu, pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara, kami meminta Bapak Presiden menambah 5.000 insan pers untuk divaksin,” kata Atal, Selasa (23/2).

Pilihan Redaksi :  Vaksinasi Guru Terus Digenjot

Selanjutnya, Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin COVID-19.

Dalam pelaksanaan vaksinasi hari pertama berlangsung lancar dan tertib. Semua peserta dipersilakan duduk di kursi yang sudah disediakan.

Para peserta dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja.

Para penerima vaksin dipanggil secara bergelombang sesuai tempat mereka mendaftar, yakni di 10 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Ke-10 konstituen Dewan Pers adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). TMU/DTC

Baca Juga