Relawan dari Luar Sulteng Masih Bertahan

Demi Misi Kemanusiaan

0 29

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR- Meski pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat telah berakhir pada 26 Oktober lalu, namun sejumlah relawan, khususnya yang berasal dari luar Sulteng masih terus bertahan di posko-posko yang ada. Seperti yang terlihat di Posko Relawan Bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang beralamat di Jalan Towua I, Kecamatan Palu Selatan.

Posko yang terdiri dari gabungan beberapa lembaga, komunitas dan instansi, hingga kini masih eksis menyalurkan bantuan kepada para pengungsi/korban bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Beberapa lembaga yang tergabung dalam Posko relawan bencana tersebut yakni #Pendaki Indonesia Palu, Gimbal Alas Indonesia, Galena Rescue, Vertical Mountrack, SAR Surabaya, Forsil Mapala Malang Raya, Grapala dan MIP, saat ini konsen membantu di sektor pendidikan serta distribusi logistik.

Adi Supriadi dari Galena Rescue mengatakan, usai masa tanggap darurat masih banyak persoalan-persoalan di masyarakat, khususnya korban bencana yang masih harus dibenahi, dan tentunya ini tidak dapat diselesaikan secara instan oleh pemerintah, olehnya dengan keberadaan Posko relawan gabungan yang diinisiasi oleh #Pendaki Indonesia Palu ini, Bang Adi sapaan akrabnya berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang tertimpa bencana di Palu, Sigi dan Donggala.

“Saya minta kita semua lepaskan dulu ‘atribut’ kita masing-masing, mari sama-sama saling membahu dalam kerja-kerja kemanusiaan, untuk meringankan beban saudara-saudara kita disini (Palu, Sigi dan Donggala,” ujarnya, saat rapat evaluasi di Posko Relawan Bencana, Jumat (2/12/2018) malam.

Adi menambahkan, beberapa item project yang akan dan telah diselesaikan para relawan di posko tersebut, diantaranya pemasangan tenda darurat di sejumlah sekolah dasar di Kota Palu, Sigi dan Donggala, serta pendistribusian logistik ke titik-titik pengungsian, utamanya yang masih mengalami kesulitan akses kendaraan.

Sementara, salah seorang pendaki senior asal Sulteng, Johan , berharap kepada mereka yang dengan sukarela bergabung menjadi tim relawan, khususnya yang berasal dari Sulteng, agar bisa menunjukan solidaritas dan kekompakan membantu para relawan yang berasal dari luar dalam menyelesaikan tugas dan misi kemanusiaan ini.

“Saya minta kita jaga kekompakan, kalau ada teman yang tidak terlalu sibuk, silakan bergabung dengan teman-teman di Posko,” ujarnya.

Sebelumnya, Korwil #Pendaki Indonesia (PI) Palu, Wahyuddin mengatakan, pascabencana yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, dia dan beberapa pengurus wilayah #Pendaki Indonesia Palu berinisiatif untuk mengundang teman-teman anggota #PI Palu dalam satu pertemuan, dimana agenda yang dibahas yakni segera membentuk posko relawan, selain untuk mengakomodir para relawan dari  #PI luar kota, juga bagi para relawan dari organisasi atau yayasan kemanusiaan yang ingin sama-sama membantu para korban bencana.

“Meskipun pembentukan posko ini bisa dibilang agak terlambat, tetapi kita bersyukur banyak relawan yang antusias bergabung, untuk sama-sama terjun dalam aksi kemanusiaan di daerah kita,” tambahnya. AMR 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish