Rumah Terendam, Warga Tompe Keluhkan Kinerja Pemerintah

  • Whatsapp
88046098-CD3D-4EEF-AB17-C857F19E184A

DONGGALA, MERCUSUAR -Sejumlah warga Desa Tompe, di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir pantai mengeluhkan kinerja pemerintah setempat, yang terkesan lepas tangan mengenai tindak lanjut atau upaya untuk merelokasi warga yang rumahnya terendam akibat air laut pasang, pascagempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala, Palu dan Sigi.

Salah seorang perwakilan warga setempat, Iwan Rose mengaku sangat menyayangkan lambannya tindakan dari pemerintah, karena sampai saat ini warga belum mendapat informasi atau sosialisasi dari pihak-pihak terkait mengenai lokasi yang akan menjadi hunian sementara bagi warga pesisir pantai yang rumahnya sudah tidak bisa ditinggali karena terendam.

“Kita ini sudah tidak bisa lagi tinggal di rumah, karena sudah ta rendam (terendam) air. Padahal sudah lumayan jauh dirikan tenda, tapi masih juga didapat air,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut dia berharap ada perhatian dari pemerintah, setidaknya menyediakan lokasi untuk dibangun hunian sementara (huntara) bagi warga pesisir pantai desa tersebut.

Sementara, Camat Sirenja, Hasran yang dikonfirmasi via WA, SMS beberapa waktu lalu tidak membalas upaya konfirmasi dari wartawan media ini, bahkan saat dihubungi melalui telepon di nomor HP 0813-5437-xxxx, pada Kamis (25/10/2018) siang nomor tersebut tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya sudah jatuh,tertimpa tangga”, mungkin ini peribahasa yang dapat ditujukan kepada sejumlah warga pesisir pantai di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Pasalnya, usai rumah mereka porakporanda dihantam gempa dan tsunami, kini perkampungan tersebut dilanda banjir akibat  air laut pasang.

Deni warga setempat mengatakan, peristiwa pasangnya air hingga ke pemukiman warga, belum pernah terjadi selama ia tinggal di desa tersebut.

“Nanti kali ini air banjir begini, biasanya naik tapi tidak sampai di rumah-rumah,” ujarnya, saat ditemui, Senin (8/10/2018) sore.

Dia mengungkapkan, dirinya bersama keluarganya sudah hendak turun dari pengungsian untuk menata sisa-sisa puing rumah, namun naas harus kembali diperhadapkan dengan musibah banjir atau air pasang.

“Padahal rencananya kita mau buat tenda-tenda di depan rumah saja untuk sementara, tapi banjir begini,” ujarnya. AMR

 

Baca Juga