Sampah Menumpuk di Drainase, Lurah Diminta Tegas

0 16

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

BARU, MERCUSUAR- Pemerintah Kelurahan Baru diminta mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan persoalan sampah, terutama yang memenuhi drainase di wilayah setempat, seperti yang terlihat di Jalan KH. Mas Mansyur, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Selasa (8/1/2019).

Pasalnya, sampah plastik yang memenuhi drainase sepanjang kurang lebih 10 meter itu sudah hampir sebulan menumpuk, sehingga menjadi keluhan warga setempat.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu  yang dikonfirmasi mengatakan, bawah persoalan penanganan tumpukan sampah itu, seharusnya bisa ditangani pemerintah kecamatan hingga kelurahan. Olehnya pihak DLH meminta pemerintah setempat untuk menseriusi permasalahan itu, sebab urusan mengangkat sampah dari sungai sesungguhnya bukan tugas DLH melainkan kerja Satgas K5 Kelurahan bersama masyarakat.

“Maaf ini bukan urusan kami, ini urusan Kecamatan Palu Barat dan lurah, sebab sampah tersebut dalam sungai kecil (drainase). Tangung jawab mereka, kami bertugas melayani pengangkutan sampah dari TPS ke TPA yang sudah ditunjuk, menggerakan masyarakat untuk membersihkan adalah tugas Satgas K5,” kata Pengawas Kebersihan DLH Kota Palu, Muhsen, Selasa (8/1/2019).

Lokasi menumpuknya sampah ini yakni di daerah jalur masuk dari arah Jalan KH. Mas Mansyur terus ke arah rumah susun Kelurahan Lere, samping gedung sekolah TK atau dipinggiran sungai Palu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, tepatnya di RT 02, RW 01 mengeluhkan banyaknya sampah kiriman berupa plastik dan bekas botol air mineral yang memenuhi saluran drainase di wilayah itu.

Salah seorang warga setempat, Dg. Tarusu Parampasi yang saat ditemui sedang berupaya membersihkan sampah-sampah plastik itu mengatakan, sampah-sampah itu merupakan sampah kiriman dari wilayah lain yang dibuang di drainase dan akhirnya sampah-sampah itu menumpuk di plat dekker yang berada disamping rumahnya.

“Dorang (mereka) yang buang sampah sembarangan, kita yang kena imbasnya. Ini kalau hujan deras, drianasenya tersumbat adan airnya meluap ke jalan bahkan sampah kedalam rumah,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebelum gempa saluran drainase itu cukup dalam, namun pascagampa airnya tiba-tiba sudah tambah naik, sehingga meskipun hujan tidak terlalu deras air sudah meluap, karena tersumbat oleh sampah-sampah plastik.

Seperti diketahui, Wali Kota Palu, Hidayat meminta agar para lurah lebih serius dan rutin memantau wilayah masing-masing serta tindakan masyarakat.

“Gerakan melawan sampah harus kita lakukan secara massif, para lurah dan jajarannya jangan pernah bosa-bosan menegur dan mengingatkan warga soal sampah, dimulai dari halaman rumah masing-masing, kemudian lingkungan sekitar,” ujarnya. ABS

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish