Satgas Tinombala Gelar Babuk Milik DPO

0 80

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

POSO, MERCUSUAR – Polda Sulteng bersama unsur TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas)  Operasi Tinombala I 2019 melakukan gelar barang bukti (babuk) milik DPO pimpinan Ali Kalora di Aula Mapolres Poso yang dipimpin Kepala Operasi Tinombala I, Kombes Pol Susnadi, Selasa (5/3/2019).

Babuk tersebut milik para DPO hasil temuan Satgas Tinombala I 2019 pascakontak senjata di wilayah perkebunan Padopi, Dusun Maros, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara pada Minggu (3/3/2019).

Diketahui, akibat kontak tembak tersebut salah seorang anggota DPO bernama Romzi alias Basir warga asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tewas di lokasi kejadian. Sementara seorang DPO lainnya Adtya alias Idad warga asal Ambon berhasil ditangkap.  

Dari puluhan jenis babuk yang digelar, diantaranya terdapat satu pucuk senjata api jenis M-16 beserta puluhan amunisi dari berbagai kaliber serta satu buah bom rakitan jenis lontong.  

Kepala Operasi Tinombala I 2019 Poso, Kombes Pol Susnadi membenarkan seluruh babuk yang digelar merupakan temuan Satgas saat terjadi kontak  antara  TNI dan Kelompok Ali Kalora di wilayah perkebunan Padopi, Poso Pesisir Utara.

Menurutnya, selain ditemukan saat terjadi kontak, sejumlah babuk berupa pakaian, alat memasak, penerangan, GPS serta belasan pasang sepatu ditemukan Satgas  di sekitar lokasi setelah kontak. 

“Hari ini secara resmi kita menggelar barang bukti milik para DPO. Dari semua babuk yang digelar, paling menonjol adalah senjata api laras panjang jenis M-16 bersama amunisi dan bom rakitan jenis lontong casing pipa paralon,” terang Susnadi yang juga Kepala Satuan Brimob Polda Sulteng. 

Menurutnya, seluruh babuk tersebut selanjutnya akan dikumpul dan dibawa ke Mapolda Sulteng untuk penyelidikan lebih lanjut. Seluruh temuan babuk akan dikembangkan dan akan menjadi petunjuk awal penyelidikan terhadap salah satu DPO yang tertangkap saat kontak tembak, yakni Aditya alias Idad. “Babuk ini selanjutnya akan dibawa ke Polda Sulteng untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara seorang DPO  yang berhasil kita tangkap masih dalam pemeriksaan. Untuk hasilnya nanti kita sampaikan, tolong bersabar,” jelas Susnadi. 

DIIMBAU SERAHKAN DIRI

Polisi berharap kepada DPO lain yang saat ini dipastikan masih berada di sekitar wilayah pegunungan Kabupaten Poso untuk segera menyerahkan diri. “Kami berharap dengan tewasnya Romzi alias Basir serta tertangkapnya Aditya bisa menjadi motivasi kepada DPO lainnya untuk segera menyerahkan diri kepada aparat baik TNI atau Polri,” imbau Susnadi.

Hingga saat ini Satgas Operasi Tinombla I 2019 yang merupakn pasukan gabungan Polri dan TNI masih terus memburu kelompok DPO pimpinan Ali Kalora pasca kontak senjata. “Perburuan dan pengejaran terus kita lakukan sampai kelompok ini benar benar tuntas. Karena itu segeralah menyerahkan diri,” tandasnya. ULY

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish