Sekolah Darurat Bangga Memprihatinkan

PASCA BANJIR BANDANG

0 13

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Banjir bandang yang melanda Desa Bangga di Kecamatan Dolo Selatan beberapa waktu lalu, membuat gedung MI Alkhaeraat Bangga tak layak lagi digunakan untuk proses pembelajaran. Olehnya pihak madrasah pun melaksanakan sekolah darurat di bekas mushola yang lokasinya lebih aman dari banjir.

Namun kondisi sekolah darurat masih memprihatinkan, karena para siswa bersekolah sambil lesehan.

Kepala MI Alkhaeraat Bangga, Iwan menyatakan sejak banjir bandang bangunan maupun mobiler di madrasah tersebut sudah tidak layak lagi digunakan, karena telah tertimbun lumpur.

Selain itu, orangtua siswa juga enggan membawa anak-anak mereka untuk lanjut bersekolah di sana akibat trauma terhadap banjir.

“Kami mencoba membersihkan kembali madrasah untuk kemudian difungsikan lagi. Tapi ternyata sudah tidak layak dan orangtua siswa juga takut nanti ada banjir susulan. Jadi kami berinisiatif memindahnya di areal yang lebih aman dan dekat dengan huntara. Tapi siswa masih lesehan karena belum ada meja kursi,” ungkapnya, Rabu (12/6/2019).

Meski masih beraktivitas di sekolah darurat, ia mengaku dari 125 siswa yang ada, hampir seluruhnya mulai masuk sekolah sejak tiga hari lalu.

Menurutnya, siswa dan orangtua mereka lebih nyaman di sekolah darurat walau dengan kondisi terbatas. “Walau begitu, kami berharap pihak yayasan maupun pemerintah untuk dapat memperhatikan kondisi kami ini. Tentu kami butuh bangunan sekolah yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai, setidaknya mobiler kami harapkan ada bantuan dari relawan maupun unsur pemerintah dan yayasan. Kami pun berharap siswa madrasah ini tetap semangat bersekolah meski kondisinya masih serba terbatas,” tutupnya. BAH

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish