Siapkan 667 Ruang Perawatan Cadangan

0 95

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola memastikan Pemerintah Provinsi Sulteng terus berupaya meningkatkan antisipasi penyebaran penyakit COVID-19 akibat Virus Corona di Sulteng. Terbaru, Gubernur memastikan ketersediaan 667 ruangan cadangan sebagai back-up ketersediaan ruangan perawatan di rumah sakit rujukan, mengantisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pasien baik yang berstatus pasien dalam Pengawasan (PDP) ataupun yang berstatus positif COVID-19.

“Hari ini saya SK-kan semua Diklat OPD yang ada di Palu disiapkan sebagai kamar-kamar cadangan, selain Undata yang memang fungsinya sebagai rujukan,” kata Longki, saat mengunjungi RSUD Undata memantau persiapan penanganan pasien COVID-19, Senin (23/03/2020).

Ruang-ruang cadangan yang disiapkan tersebut, kata Gubernur masing-masing ruangan tersebut di antaranya terdapat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulteng sebanyak 69 kamar, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng sekitar 100 tempat tidur, Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Palu sekitar 68 tempat tidur, serta di Asrama Haji transit Palu sekitar 100 tempat tidur.

“Untuk Asrama Haji kami juga telah bicarakan dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulteng. Nantinya, para pengelola di masing-masing tempat akan kita latih. Memang kita harus lebih fokus dan serius lagi untuk mencegah, walaupun sampai hari ini di Sulteng belum ada yang positif COVID-19,” ujar Gubernur.

Dalam kunjungannya ke RSUD Undata Palu, Senin (23/03/2020) Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido berkesempatan meninjau sarana ruangan isolasi yang digunakan di rumah sakit rujukan tersebut untuk merawat pasien yang berkaitan dengan penyakit COVID-19. 

“Mari kita sama-sama punya itikad memerangi COVID-19,” kata Longki.

 Terkait kekurangan APD (Alat Pelindung Diri) yang dibutuhkan para tenaga medis, maka disiasati dengan membuat mandiri perlengkapan protektif itu.
Untuk tahap awal, kata Gubernur, akan dibuat sebanyak 500 APD untuk para tenaga medis, yang dalam pembuatannya bekerja sama dengan SMKN 1 dan SMKN 5.
Kemudian, untuk mengantisipasi kekurangan tenaga medis, Pemprov Sulteng lewat Gubernur telah meminta Dinas Kesehatan untuk merekrut sukarelawan.
Saat ini berdasarkan data Pemprov Sulteng telah ada 48 orang yang telah mendaftar dan bersedia menjadi sukarelawan dalam pencegahan dan antisipasi COVID-19 di Sulteng.
Ia juga memotivasi dan menyemangati tenaga medis termasuk tenaga medis di RS Undata, untuk tetap bekerja melayani masyarakat.
“Saya harap kalian betul-betul jadi ujung tombak pelayanan terhadap kesembuhan pasien,” kata  Longki.
Kepada tenaga medis, ia juga menyerahkan bantuan suplemen berupa makanan, susu dan vitamin untuk menjaga stamina dan imunitas tubuh paramedis Undata.
Bahkan kepada petugas kesehatan yang menangani corona, Gubernur memastikan ada insentif khusus yang akan diterima.IEA

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish