Sidangkan 253 Kasus Pidum

  • Whatsapp
FOTO HLLL KASUS PIDUM

PALU, MERCUSUAR – Periode bulan Januari hingga April 2020, sebanyak 253 kasus pidana umum (Pidum) teregister dan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu.

Ke 253 kasus pidum tersebut, terdiri dari 236 kasus pidana biasa (dewasa), 16 kasus anak berhadapan dengan hukum (pidana oleh anak), serta satu kasus praperadilan.

Demikian dilansir dari website PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin (1/6/2020).

Untuk kasus pidana biasa berasal dari berbagai tindak pidana, yakni narkotika; pencurian; penipuan; penggelapan; penganiayaan; kepemilikan senjata api (Senpi) dan senjata (Sajam) ilegal; perlindungan anak; serta penadahan, penerbitan dan pencatatan.

Selain itu, judi; konservasi sumber daya alam; kesehatan; Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); Pertambangan Mineral dan Batubara; pengeroyokan; pengrusakan; pemerasan dan pengancaman; Pencegahan dan Pemberantasan TPPU; serta satwa liar.  

DOMINASI PENCURIAN DAN NARKOTIKA

Disebutkan bahwa pidana biasa didominasi oleh kasus pencurian baik pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, maupun pencurian kendaraan bermotor sebanyak 76 kasus, disusul penyalagunaan narkotika dengan jumlah 72 kasus.

Kemudian penganiayaan sebanyak 18 kasus; penadahan, penerbitan dan pencatatan 15 kasus; penipuan 13 kasus, penggelapan 12 kasus, kepemilikan senpi dan sajam ilegal tujuh kasus; Pertambangan Mineral dan Batubara enam kasus; serta judi dan kasus perlindungan anak masing-masing tiga kasus. 

Selain itu, melanggar UU  Kesehatan; kasus pengeroyokan; kasus pemerasan dan pengancaman masing-masing dua kasus; kasus pengrusakan, kasus konservasi sumber daya alam; Pencegahan dan Pemberantasan TPPU; KDRT serta kasus satwa liar masing-masing satu kasus.

“Perkara tersebut (236 kasus) sebagian telah putus (vonis), sedangkan lainnya masih proses persidangan,” tertulis dalam kolom status perkara.

Sementara 16 kasus anak berhadapan dengan hukum, didominasi kasus pencurian sebanyak 11 kasus, narkotika tiga, serta kasus penganiayaan dan asusila masing-masing satu kasus.

Ke 16 kasus anak berhadapan dengan hukum itu, semuanya telah putus.

“Perkara Nomor: 3 dan 4/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pal dalam upaya hukum kasasi. Namun perkara Nomor: 3 telah mencabut permohonan kasasinya,” tulis pada kolom status perkara.

Untuk satu kasus praperadilan terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka dengan pemohon Agus Ramadhan dan termohon Polda Sulteng, telah putus. Dimana kasus tersebut dicabut oleh pemohon. AGK

Baca Juga