SMKN 6 Palu Siap Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp
Syarifudin

MAMBORO, MERCUSUAR – Setelah sempat diliburkan hampir kurang lebih 7 bulanan dan berganti dengan proses belajar secara daring atau online  akibat pandemi Covid-19, kini pemerintah telah berencana akan kembali membuka sekolah untuk kembali melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka yang pada awal oktober 2020 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, sebagian sekolah di Kota Palu kini tengah mempersiapkan diri. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Palu yang menyatakan siap, bilamana di sekolah tersebut diadakan proses belajar secara tatap muka.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Kadisdikbud Bakal Mengontrol Penggunaan BOS Kinerja

“Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti rapat bersama dengan seluruh kepala sekolah SMK se-Kota Palu yang tergabung dalam Musyawarah Kepala kepala sekolah (MKKS) untuk membahas segala persiapan yang dibutuhkan nantinya, dan saya bilang InsyaAllah sekolah kami sudah siap untuk itu,” ujar Kepala Sekolah SMK N 6 Palu, Syarifudin, S.Pd, MM.

Syarifudin menambahkan, dalam proses belajar tatap muka nantinya mereka akan menerapkan sistem Blok dimana jam belajar siswa hanya menjadi sekira 3 jam per hari dengan tidak adanya jeda atau waktu istirahat disetiap jamnya.

“Semua akan kita bahas pada saat rapat bersama seluruh dewan guru pada hari Jumat 18 September 2020 mengenai penerapan sistem blok tersebut.” tegasnya.

Pilihan Redaksi :  Unismuh Palu MoU dengan Pemda Touna

Ia juga menjelaskan, proses belajar mengajar mereka nantinya juga akan tetap mematuhi protokol Covid-19 mulai dari menggunakan masker pada saat ke sekolah, mencuci tangan sebelum masuk kelas, penyusunan kursi di dalam ruangan secara berjarak, hingga imbauan kepada siswa untuk menghindari kerumunan di lingkungan sekolah.

“Kita juga sudah mengirimkan surat persetujuan kepada orang tua siswa dengan menyampaikan secara via WhatsApp melalui wali kelas masing-masing yang berisi surat pernyataan orang tua yang ditandatangani diatas materai bahwa benar memberikan izin kepada anaknya untuk melaksanakan belajar secara tatap muka dan ini tidak ada paksaan untuk,”tutup Syarifudin.EML

Baca Juga