Tangkal Radikalisme Dengan Kearifan Lokal

DESA MATAUWE

0 11

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

SIGI, MERCUSUAR – Lembaga Adat Desa Matauwe, Kecamatan Kulawi, menggelar seminar sehari, dengan tema Menangkal Paham Radikalisme, Melalui Pendekatan Kearifan Lokal.

Hal tersebut dikatakan Kasi Bencana Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sigi, Moh Nawir, Kamis (7/11/2019). Kegiatan ini kata dia, berkaitan dengan program Dikrektorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, terkait Sigi Religi dan Sigi Masagena.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Adat Desa Matauwe, Kecamatan Kulawi, yang diketuai Marthen Kungku.

“Dari kegiatan seminar tersebut, telah menghasilkan beberapa kesepakatan adat, berupa givu (sanksi) bagi yang menyebarkan paham radikalisme (topogero hintuvu) dan pengadu domba agama (nepatutu),” jelasnya .

Kata dia, adapun sanksi yang disepakati dalam seminar adat tersebut, yakni tiga ekor kerbau dewasa, 30 dulang dan tiga lembar mbesa asli (kain adat). Menurutnya, kegiatan kearifan lokal berupa sanksi adat bagi penyebar paham radikalisme dan pengadu domba agama di Indonesia baru pertama kali dilaksanakan.

Hal ini kata dia, bisa menjadi contoh untuk Provinsi Sulteng dan Indonesia pada umumnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih untuk Direktorat Perlidungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng, Dinsos Kabupaten Sigi, Badan Kesbangpol Sigi, Camat Kulawi dan pengurus Lembaga Adat Desa Matauwe, serta masyarakat Desa Matauwe dan sekitarnya. AJI

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish