Temu Perempuan Penyintas Lahirkan Deklarasi

0 90

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PALU, MERCUSUAR – Temu perempuan penyintas yang difasilitasi oleh solidaritas perempuan selama dua hari, melahirkan kesepakatan yang tertuang dalam deklarasi perempuan penyintas bencana Sulawesi Tengah (Sulteng), yang terdiri dari 12 poin.

Deklarasi yang dibacakan oleh perempuan penyintas dari Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), Selasa (3/12/2019), di antaranya memuat tentang komitmen pengakuan perempuan, sebagai subyek dalam setiap tahapan penanganan pasca bencana di Sulteng. Perempuan adalah warga negara yang dijamin haknya oleh konstitusi dan peraturan hukum, untuk terlibat aktif secara bermakna, dalam seluruh proses pengambilan keputusan pembangunan dan pemulihan pasca bencana, termasuk penentuan pemanfaatan ruang.

Selanjutnya, membuka dan menyediakan informasi dan data terpilah gender terkait kebencanaan, serta melakukan peningkatan kapasitas kebencanaan kepada perempuan penyintas, secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Melakukan pemulihan ekonomi dan sumber-sumber kehidupan perempuan, harus dilakukan secara mendasar, dengan menjamin akses, kontrol, partisipasi dan manfaat bagi perempuan, untuk mengatasi persoalan kemiskinan struktural perempuan, dan masih banyak lagi poin lainnya, yang dideklarasikan di hari terakhir temu penyintas.

Ketua Badan Eksekutif Komunitas (BEK) Solidaritas Perempuan Palu, Ruwaida mengatakan, pasca bencana yang terjadi di Pasigala, berbagai pengabaian terhadap kepentingan perempuan terjadi, mulai dari hunian sementara (huntara) yang tidak ramah perempuan, akses ekonomi, sanitasi yang buruk dan berbagai masalah lainnya.

Begitu banyaknya persoalan yang terjadi dan dialami perempuan penyintas kata Ruwaida, sehingga solidaritas perempuan Palu berinisiatif melaksanakan temu perempuan penyintas sebagai ruang aman yang mempertemukan perempuan penyintas yang ada di Sulteng.

Dari temu penyintas perempuan yang dilaksanakan 2-3 Desember 2019 ini lanjut dia, melahirkan deklarasi, yang diharapkan nanti akan ditindak lanjuti oleh pemerintah, sehingga apa yang diinginkan dari pertemuan tersebut tercapai.

Di hari kedua temu perempuan penyintas, hadir Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Irmayanti Pettalolo. Tiga pejabat ini hadir dalam diskusi panel, mendengarkan dan menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh perempuan penyintas di Pasigala. TIN

 

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Komentar
Loading...