Tim Gabungan Pokja Bencana FKM Untad Akhiri Tugas di Sulbar

  • Whatsapp
FKM

PALU, MERCUSUAR – Kelompok Kerja (Pokja) Bencana Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), turut mengambil bagian dalam tim gabungan di Sulawesi Barat (Sulbar) pascagempa, hingga 15 Februari 2020. Keseluruhan tim tersebut terdiri dari Pokja Bencana FK-KMK UGM, Caritas Germany, Pokja Bencana FKM Untad, Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, RSUD Tora Belo Sigi, RSUD Undata Palu dan RSUD Provinsi Sulbar.

Ketua Pokja Bencana FKM Untad, Dr. Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes kepada Mercusuar mengatakan, setiap gelombang tugas, timnya melaksanakan fungsinya sesuai tahapan dalam manajemen bencana, guna membantu pemerintah dan masyarakat yang tertimpa bencana gempa di Sulbar.

Berita Terkait

“Tim ini terbagi dalam tim manajemen, tim medis, dan tim kesehatan masyarakat (kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan), diinisiasi oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan disponsori oleh Caritas Germany. Semua tim yang terlibat melaksanakan tugas selama kurang lebih 1 bulan pascagempa, yang terbagi dalam 3 gelombang tim. Setelah fase tanggap darurat, sebagai tim yang melanjutkan aktivitas tim 1 dan tim 2, maka tim 3 bertugas untuk membantu proses transisi pasca bencana,” jelasnya.

“Beberapa aktivitas tim 3 yang terdiri dari tenaga dokter, perawat, kesehatan masyarakat dan fisioterapis yang dilakukan yakni tim manajemen, telah berhasil melaksanakan advokasi kepada pimpinan daerah, Dinkes Kabupaten Mamuju dan instansi terkait, untuk melakukan langkah strategis yang penting dalam fase transisi, serta menginisiasi alur layanan puskesmas percontohan di luar gedung,” sambungnya.

Tim medis, kata Ryman, telah berhasil melaksanakan pemeriksaan kesehatan, perawatan luka, serta pelayanan fisioterapi bagi masyarakat terdampak di pengungsian. Sedangkan  tim kesehatan masyarakat telah berhasil melakukan upaya advokasi dan perbaikan sanitasi pengungsi, meliputi penanggulangan sampah dan air bersih serta melakukan upaya promosi kesehatan kepada masyarakat, untuk dapat meningkatkan perilaku hidup sehat di pengungsian dan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Dr. Ryman yang juga merupakan Ketua PERSAKMI Sulteng menyampaikan apresiasinya kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM dan Caritas Germany, yang telah memfasilitasi aksi kemanusiaan ini.

“Harapan saya kiranya Pemerintah Sulbar dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh FK-KMK UGM di Sulteng dengan memberdayakan tenaga dari berbagai instansi kesehatan dan universitas, lewat ToT Disaster Plan meliputi Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan, dan Puskesmas Disaster Plan, agar kiranya dapat segera tanggap dan mandiri dalam melakukan respon bencana,” tutupnya. CLG

Baca Juga