Tim Lakukan Penilaian Pada Kecamatan di Kepulauan

LOMBA DESA KABUPATEN TOUNA

0 28

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TOUNA, MERCUSUAR – Usai melakukan penilaian lomba desa di enam kecamatan di wilayah darat Kabupaten Tojo Unauna (Touna), tim penilai yang dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ir Munawar Mapu; Ketua PKK Touna, Femmy Luther Lahay S.KM beserta pengurus PKK,serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, mulai melakukan penilaian terhadap desa di kecamatan yang berada di kepulauan.

Penilaian dimulai dari Kecamatan Walea Kepulauan yang diwakili Desa Tutung, kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya. 

Asisten Pemerintahan Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Munawar Mapu mengatakan pemerintah desa sebagai elemen dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara memiliki hak asal usul serta hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat, hingga berperan mewujudkan cita-cita kemerdekaan berdasarkan UUD 1945.

“Perlu dilindungi dan diberdayakan sehingga nantinya desa menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis serta menjadikan desa sebagai landasan yang kokoh dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahterah,” ujarnya..

Lanjut Munawar, perlombaan desa tahun ini, kita dituntut untuk dapat menyesuaikan segala program kerja dengan kebijakan regulasi yang baru, yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor: 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Hal itu memiliki tujuan penting dalam rangka mendukung terlaksananya UU Nomor: 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Evaluasi/penilaian perkembangan desa, SAMBUNG Munawat, mengandung arti penting untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pemerintah desa, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mempercepat kualitas pelayanan publik, meningkatkan daya saing desa dalam upaya mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Menyadari arti penting perlombaan desa ini dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tojo Unauna yang kita cita-citakan, sehingga menjadikan desa sebagai tumpuan dalam menciptakan bentuk pembangunan partisipatif,” ujarnya.

Dia berharapkan agar setiap desa yang mewakili kecamatan terus berbenah dan mempertahankan keadaan desanya, bukan hanya pada momentum lomba desa. Hal itu agar dapat menjadi contoh desa-desa lainya. “Tim penilai kiranya dapat bekerja secara profesional dan obyektif dalam memberikan penilaian yang dapat di pertanggung jawabkan,” imbaunya. DEL 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish