Tingkatkan Kreativitas, Guru Agama Hindu Poso Ikuti Bimtek

  • Whatsapp
KEMENAG

POSO, MERCUSUAR – Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag Kabupaten Poso melaksanakan Bimbingan Teknis Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), di Pantai Wisata Siuri Tentena, Kabupaten Poso, Sabtu (29/8/2020).

Kegiatan ini digelar selama dua hari ini, dengan mengambil tema Melalui Kegiatan KKG dan MGMP Kita Tingkatkan Kreativitas untuk Menjawab Tantangan di Masa Pandemi Covid-19. Peserta Bimtek ini berjumlah 39 orang, yang merupakan guru Agama Hindu di Poso, baik PNS maupun non PNS. Kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Poso, Makmur mengatakan, satu tantangan yang besar adalah masih minimnya guru agama Hindu, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA atau SMK.

“Kami sudah berusaha bersinergi dengan Pemkab Poso, untuk membagi guru-guru ini, agar supaya anak-anak kita bisa belajar pendidikan agama Hindu dari semua tingkatan,” jelasnya.

Makmur berharap dengan kegiatan KKG dan MGMP yang dilaksanakan dengan sederhana tersebut, tidak mengurangi subtansi dan semangat untuk terus belajar dan berinovasi demi majunya pendidikan, khususnya pendidikan agama Hindu di Kabupaten Poso.

Selanjutnya Pembimas (Pembimbing Masyarakat) Hindu Kanwil Kemenag Sulteng, I Wayan Tantra, dalam sambutannya menyampaikan, tenaga pendidik atau guru pendidikan agama Hindu memang sangat kurang. Dia mencontohkan di Kabupaten Donggala, ada beberapa sekolah yang muridnya mayoritas beragama Hindu, tapi tidak memiliki guru agama Hindu.

Walaupun demikian, Pembimas Hindu yang baru menjabat kurang lebih lima bulan ini, merasa bangga kepada guru – guru agama Hindu yang telah mengikuti ujian PPG. Dari 31 peserta, yang lulus berjumlah 30 orang. 

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Rusman Langke, juga memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan ini. Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan, agar kegiatan bimtek KKG dan MGMP dapat menjadi stimulus bagi guru Agama Hindu di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, dengan metode daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran Agama Hindu dengan menggunakan fasilitas jaringan internet, sehingga tidak menjadi penghalang, baik guru maupun peserta didik. Sistem daring dan luring sebagai pembelajaran jarak jauh tetap sesuai dengan pembelajaran di sekolah di masa pandemi. Selain itu, guru, siswa dan orang tua harus saling memahami aplikasi yang akan digunakan.

“Profesional guru dalam menggunakan teknologi informasi diharapkan tidak menjadikan siswa bosan dalam menerima materi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Rusman berharap kepada semua guru agama, baik agama Islam, Kristen dan Hindu agar selalu berinovasi dan terus meningkatkan kreatifitas demi majunya dunia pendidikan yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso. JEF

Baca Juga