Tugu Sambulu, Ikon Baru Kota Palu

0 31

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

LOLU UTARA, MERCUSUAR –  Setelah pengerjaannya sempat tertunda untuk beberapa lama, akibat gempa bumi, akhirnya Tugu Nol Kilometer yang juga dapat disebut Tugu Sambulu diresmikan oleh Wali Kota Palu, Hidayat, Rabu (10/7/2019) malam. Tugu yang terletak di simpang empat Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Jenderal Sudirman itu adalah ikon baru Kota Palu dan menandakan kebangkitan pascabencana.

Wali Kota Palu Hidayat dan Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said meninjau langsung pekerjaan finishing dari tugu tersebut karena memang belum 100 persen rampung, terutama dalam soal pencahayaan (lampu), sehingga keberadaan tugu itu diharapkan mampu memberikan daya pikat masyarakat Kota Palu, terlebih warga dari luar Palu.

Tugu ini diatas titik nol Kota Palu itu merupakan peninggalan zaman Belanda yang berbentuk segitiga menghubungkan Taman Gor dan Taman Nasional memang memiliki keunikan, karena secara jauh dilihat bisa diibaratkan berbentuk simpul.

Hidayat mengatakan, total anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Palu untuk pembangunan tugu ini sebesar kurang lebih Rp2 miliar, yang dikerjakan oleh PT. Lambara. Menurut Wali kota pembangunan tugu tersebut menggunakan lima simbol yang ada dalam kehidupan manusia.

“Tugu ini merupakan salah satu tempat baru untuk berswafoto baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Palu,” kata Hidayat.

Hidayat juga berharap ke depan akan menambah monumen seperti ini untuk menjadi ikon Kota Palu. Tugu ini memang diberi nama Tugu Nol Kilometer, namun untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, maka tugu itu juga bisa disebut Tugu Sambulu. Arti sambulu adalah dulang pembuka pembicaraan saat akan dilaksanakan prosesi adat atau ritual Suku Kaili.

 

Makna Tugu Sambulu

Sambulu, kata Hidayat dianggap sangat penting ada di dalam suatu ritual adat Kaili, karena memiliki makna yang sangat dalam. Sebab, di dalam sambulu tersebut, ada bahan utama dalam proses ritual adat budaya Kaili berupa, buah pinang, gambir, sirih, kapur sirih dan juga tembakau.

Ada empat hal mendasar dari pembangunan Tugu Sambulu yang perlu diketahui. Pertama, pada pondasi bawah, terdapat dulang raksasa yang berdiameter delapan meter, ini merupakan simbol tempat untuk menaruh makanan, saat kegiatan adat menyambut tamu yang datang berkunjung ke dalam Kota Palu.

Kedua, tiang utama yang terdapat 35 besi penghubung, bermakna jumlah semua provinsi yang berada di Indonesia. Semua provinsi tersebut, merupakan satu kesatuan Indonesia, yang tanpa memandang suku ras dan agama.

Ketiga, puncak tugu terdapat mutiara besar yang bermakna, kota bercahaya yang dilihat dari ketinggian. Yang terakhir, pilar penyangga tiang utama yang mewakili UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Tugu Sambulu, dibangun dengan tinggi 17 Meter yang mengartikan, hari ulang tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Selain itu terdapat tulisan dalam bahasa Kaili “Masintuvu Kita Maroso, Morambanga Kita Marisi”, artinya Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Kokoh,” terang Hidayat. ABS

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish