Vaksinasi Lansia Belum Capai 20%

  • Whatsapp
Komang Adi Sujendra

PALU, MERCUSUAR – Masyarakat lanjut usia (lansia) merupakan salah satu pihak yang menjadi prioritas dalam pemberian vaksin Covid-19, pada program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang sedang berlangsung.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April 2021 capaian vaksinasi Covid-19 para lansia di Sulteng belum mencapai 20% dari total targetnya sekira 25 ribu lebih.

Berita Terkait

“Sekarang memang kita terus terang saja untuk lansia belum tinggi cakupannya. Datanya hingga 17 April 2021, lansia capaiannya masih kecil, baru 15,3%. Itu untuk dosis pertama. Kalau dosis kedua baru sekira 10%,” kata dr Komang di ruang kerjanya, Senin (19/4/2021).

Masih kurangnya capaian target vaksinasi lansia, katanya, diakibatkan beberapa faktor. Salah satunya, ada beberapa lansia yang berdasarkan hasil screening kesehatan dinyatakan belum bisa divaksin, karena mengidap penyakit komorbid atau sedang bergejala penyakit berat lainnya.

“Misalnya ada yang sesak nafas, nah itu kan belum boleh (divaksin). Ada juga yang masih takut-takut, apalagi di bulan puasa sekarang ini. Padahal MUI sudah menjamin tidak batal. Itu yang kita advokasi semua,” jelasnya.

MESTI KERJA KERAS

Selain masyarakat lansia, pada vaksinasi Covid-19 tahap kedua juga memprioritaskan pemberian vaksin kepada para pelayan publik seperti ASN, TNI dan Polri, Jurnalis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para guru.

Diungkapkan dr Komang Adi Sujendra, hingga 17 April 2021, secara kumulatif jumlah penerima vaksin dosis pertama untuk SDM tenaga kesehatan (nakes) telah mencapai 98,5% dari target, serta pelayan publik sejumlah 63% dari target sasaran.

“Sedangkan untuk dosis kedua, nakes sudah mencapai 91 persen. Lansia 10 persen, dan pelayan publik 42 persen. Secara kumulatif capaian semuanya 45 persen dari target,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pihak-pihak terkait akan terus bekerja keras melaksanakan program vaksinasi tersebut agar dapat mencapai target penerima vaksin yang telah ditetapkan, hingga pelaksanaan vaksinasi tahap kedua tuntas pada Juni 2021 mendatang.

“Tuntasnya sampai Juni 2021. Insyaallah, bukannya kita pesimis, tapi harus betul-betul kerja keras,” pungkasnya. IEA

Baca Juga