Wabup Parmout: Mari Jaga Anak Secara Keseluruhan

0 36

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

PARMOUT, MERCUSUAR – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parmout), H Badrun Nggai mengatakan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk pemenuhan hak pendidikan anak, karena pemerintah menyadari bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama yang harus mengawal dan pendampingan anak serta memastikan pemenuhan hak-hak, terutama hak pendidikan, kesehatan, perlindungan dan kesejahteraan.

“Oleh karena ini saya mengimbau kepada semua orang tua agar marilah kita menjaga anak secara keseluruhan,” tandas Wabup saat membuka kegiatan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) sekaligus Launcing PAUD Holistik Intergratif di Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, Sabtu (20/4/2019).

Hal itu, sambung Wabup, sesuai tema yang diusung pada Gebyar PAUD dan DIKMAS tahun 2019 ‘Sinergi dan Kolaborasi Ciptakan PAUD dan DIKMAS Berkualitas untuk Anak Parigi Moutong Berkarakter dan Bersahabat’.

Pada kesempatan itu, Wabup memberikan perhatian khusus untuk kesehatan anak. Ia mengimbau kepada orang tua untuk mencegah anak dari penyakit Tuberculosis (TBC) dan penyakit Stunting yaitu kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. “Saya berharap kepada kita semua bahwa penyakit ini menjadi perhatian karena akan menghambat pendidikan anak-anak Parigi Moutong,” ujarnya.

Bunda PAUD Kabupaten Parmout Hj Noorwachida Prihartini S Tombolotutu dalam mengatakan gebyar PAUD untuk memberikan kesempatan pada anak-anak berkreasi, berekspresi guna meningkatkan bakat minat dan  kopetensi anak.

“Sehingga harapan kita anak-anak itu terbangun karakternya untuk menjadi anak generasi emas Indonesia yang berkarakter, bersahabat dan mandiri. Kemudian juga untuk meningkatkan kopetensi guru-gurunya,” tandasnya.

Dia berpesan pada guru-guru PAUD dan tutor PAUD untuk menjaga anak-anak dari ‘Bullying’ dan juga memberikan pengawasan serta masukan tentang bagaimana kualitas makanan-makanan yang diberikan kepada anak didik karena menyangkut perkembangan dimasa medatang.

“Saya selaku bunda PAUD akan mengadakan makanan tambahan kepada lembaga PAUD dan saya selaku bunda PAUD juga melarang keras ‘Bullying’ baik itu dilingkungan keluarga apalagi dilingkungan sekolah,” tegasnya.

Gebyar PAUD dilakukan kegiatan yang dimulai sejak 17-19 April, yaitu lomba mewarnai dengan peserta 500 orang anak PAUD, lomba membuat dan menghias celengan menghadirkan 500 orang anak, lomba kreatifitas guru yang diikuti seluruh guru PAUD se-kabupaten Parmout, pelatihan calon pelatih untuk percepatan pemenuhan PAUD Holistik Intergratif sebanyak 200 orang peserta dan kemah kerja Dikmas melalui seluruh PKBM, LKP, TBM, organisasi mitra forum tutor kesejahteraan penilik dan Forum taman bacaan masyarakat.TIA

 

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish