Wakapolres Bangka Pulang Kampung, Bawa Bantuan ke Pasigala

0 46

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

WAKAPOLRES Bangka, Kompol Ridwan Raja Dewa memimpin tim untuk menyalurkan bantuan logistik dari masyarakat Bangka ke Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala). Ia sekaligus pulang kampung bertemu dengan keluarga dan rekan-rekannya semasih muda dulu.

Ridwan lahir di Palu, 7 April 1980. Tamat SMA Negeri 4 Palu, ia lolos masuk mengikuti pendidikan di AKABRI dan 2001 ia dilantik menjadi perwira muda dengan pangkat Letnan Dua.

Saat keliling ke lokasi pengungsian untuk menyerahkan sumbangan, tim yang dipimpin Ridwan disertai beberapa kawan lamanya. Di antaranya Sekretaris Pol PP Damkar Kabupaten Sigi, Zulfikar Saifuddin.

Menurut Ridwan, secara kebetulan ia dipercaya sebagai pimpinan tim untuk menyerahkan bantuan logistik masyarakat Kabupaten Bangka kepada korban bencana di Pasigala. Bantuan tersebut dipelopori DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka yang ketuanya Ridwan, S.PKP juga ikut hadir di Palu.    

Zulfikar Saifuddin, lulusan STPDN 2002, ternyata adalah mantan Camat Tanambulawa. Pantas saja, kebanyakan warga sangat akrab dengan Zulfikar ketika tim tiba di sasaran pertama bantuan diserahkan ke warga yang mengungsi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulawa, Kabupaten Sigi.

Bantuan yang diserahkan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, garam, sabun cuci dan sabun mandi, handuk, sarung, dan lainnya.

Ketika dua Ridwan, Wakapolres Bangka, Kompol Ridwan dan Ketua DPC HNSI Bangka, Ridwan, menyaksikan anak-anak pengungsi ikut berkumpul, keduanya terharu. Maka, anak-anak pun diberi uang jajan Rp 20 ribu per orang.

“Kalau anak-anak diberi uang jajan, lalu ibu-ibu dapat apa,” teriak seorang ibu. “Ya, ibu-ibu dapat beras dan lainnya,” jawab relawan yang ikut dalam tim.

Hunian sementara (Huntara) yang ditempati pengungsi di desa ini dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT). Setiap kepala keluarga tinggal di dua bilik, ruang tamu dan ruang tidur. Bentuknya barak panggung.

Kemudian tim berpindah lagi ke Desa Sibalaya Utara. Di desa ini terdapat 240 kepala keluarga. Menurut tokoh masyarakat setempat, Syafaruddin S Pata, dari jumlah itu sekitar 60 persen adalah warga keturunan Bugis dan sisanya pendatang.

Warga di pengungsian ini menempati huntara yang dibangun Bank Mandiri. Para pengungsi juga mendapatkan bantuan yang sama dengan di desa sebelumnya.

Sementara di Palu, tim dari Bangka menyerahkan bantuan untuk pengungsi di Jalan Kebun Sari, Petobo. Bantuan untuk korban likuefaksi ini diterima Lurah Petobo, Alfin H Ladjuni disaksikan sejumlah ibu.

“Pemberi bantuan ini seperti tahu kitorang pe hati. Dari tadi sore kita mengeluh tidak ada garam untuk campuran sayur. Sekarang kita dibawakan garam,” kata Ny Gamariah sembari tersenyum melihat tumpukan sumbangan.

“Penyerahan bantuan masih dilanjutkan ke Labuan Bajo dan Lende di Kabupaten Donggala. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk menolong korban bencana di Pasigala,” kata pula Ketua DPC HNSI Bangka, Ridwan.TASMAN BANTO

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish