Wali Kota Bertemu Mahasiswa Papua

  • Whatsapp
mahasiswa Papua - Copy
Di Rumah Saja

BESUSU TIMUR, MERCUSUAR- Selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus berupaya menjaga toleransi dan kenyamanan warga, siapapun yang berdomisili di Kota Palu merupakan warga Palu tidak ada lagi disebut orang Jawa, Bugis, Batak begitu pula orang Papua jika sudah di Kota Palu maka dia adalah orang Palu.

Demikian dikatakan, Wali Kota Palu, Hidayat, saat bersilaturahmi dengan sejumlah mahasiswa Papua yang berkuliah di Untad Palu, Senin (26/8/2019). “Orang Kaili akan terus menjaga saudaranya tanpa memandang suku mana. Semua adalah saudara, saudara bukan berarti harus satu darah,”ujarnya, kepada para mahasiswa program beasiswa Afirmasi yang berasal dari Papua.

Kunjungan rombongan Himpunan Mahasiswa Afirmasi Papua yang diketuai oleh Sony Barabas itu, didampingi langsung wakil Rektor III Untad Dr. Ir. Saggaf MP dan Staf Untad dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Palu Ansyar Sutiadi,  di sebuah Kafe Jalan Mangunsarkoro.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat berharap keberadaan mahasiswa Papua dan Papua Barat dapat pula ikut serta menjadi bagian dari seluruh masyarakat kota membangun Kota Palu yang kita cintai bersama ini.

Selain itu, mahasiswa asal Papua dan Papua Barat bisa ikut serta dalam kegiatan budaya dengan ikut menampilkan tarian khas atau budaya papua dan papua barat di Kota Palu dalam kolaborasi “Sangu Patuju”

Hidayat mengatakan, pihaknya akan kembali mengundang para mahasiswa Afirmasi ini untuk berdialog dengan lembaga adat di Kota Palu dalam berbagi pikiran di kediamanya pada 30 Agustus mendatang. Hal ini merupakan upaya Pemkot untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga, sehingga konflik yang terjadi di luar daerah tidak berdampak sampai ke Palu.

“Pertemuan ini, juga untuk mengantisipasi agar para mahasiswa Papu tidak terprovokasi oleh isu-isu yang nantinya hany akan menimbulkan pertikaian. Olehnya saya minta para mahasiswa untuk senantiasa berkoodinasi dengan para tokoh Adat di Kelurahan Tondo,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Saggaf bahwa pihaknya menganggap bahwa mahasiswa asal Papua dan Papua Barat adalah bagian dari keluarga besar Untad dan warga Kota Palu. ABS

Di Rumah Saja

Pos terkait

Di Rumah Saja