Warga Palu Jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610

0 1.684

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

POSO, MERCUSUAR – Seorang warga Kota Palu menjadi salah satu korban Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, yang jatuh Senin (29/10/2018) lalu. salah satu korban itu yakni Nur Rezkianti yang merupakan anak dari pasangan Ir. Hasanuddin, MT – Hj Hastuti H. Toba. 

Hasanuddin merupakan salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu yang berdomisili di Jalan Elang Palu Selatan, dan hingga kini menetap di Palu.
Nur Rezkianti atau biasa dipanggil Cici merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara, yang lahir pada 27 November 1995.

Ayah Cici merupakan salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu.

Hyan Anata salah satu kerabat dari, Nur Rezkianti saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (31/10/2018) pagi, membenarkan keponakannya menjadi salah satu korban dari jatuhnya pesawat Lion Air tujuan Jakarta –Pangkal Pinang.
Dia menceritakan, Nur

Rezkianti merupakan salah satu warga Kota Palu, yang saat ini berdomisili di Malang Provinsi Jawa Timur. Keberadaan Cici dalam penerbangan itu dengan tujuan Pangkal Pinang, untuk menjalankan pekerjaannya di salah satu proyek di Bangka.

“Iya benar, Nur Rezkianti atau Cici merupakan kemenakan kami,” ujarnya.

Hyan Anata sempat menulis status facebooknya pada tanggal 29 Oktober 2018 pukul 18.03 waktu setempat, terkait salah satu keponakannya turut menjadi korban dalam pesawat naas tersebut. Dalam statusnya Hyan Anata menuliskan statusnya

“Lion JT-610…Masih berharap semoga ponakanku segera ditemukan/diefakuasi..Alfaatihah untukmu ponakanku sayang..” tulisnya.

Hyan membenarkan statusnya itu. Hyan yang saat ini berada di rumah orang tua Nur Rezkianti di Palu menyebutkan, Nur Rezkianti (Cici) sempat berpamitan kepada kedua orang tuanya melalui telepon seluler, sebelum berangkat ke Bangka.

Cici yang baru selesai kuliah di Universitas Negeri Malang (UNM) tiga bulan lalu itu, berada di seat (kursi) nomor 30E dalam penerbangan Lion Air JT 610.

“Semua barang-barangnya Cici sudah ditemukan, namun hingga kini tubuh Cici belum ditemukan. Keluarga masih berharap Cici segera ditemukan,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini orang tua Cici sedang berada di Jakarta di Crisis Center JT 610, untuk mengantar segala dokumen dan keperluan identifikasi di pusat pengaduan JT 610.

“Saat ini semua keluarga sudah berkumpul di rumah di Palu termasuk keluarga dari Poso,” sebutnya.

Dia mengatakan, keluarga berkumpul untuk menunggu informasi selanjutnya dari Jakarta dan selanjutnya mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan setelah adanya kepastian ditemukan atau tidak Nur Rezkianti.

“ Kita hanya berjaga-jaga saja, kalau sudah ada kepastian dari Jakarta, baru kami mempersiapkan segala sesuatunya disini termasuk tenda,” katanya.

Diketahui, Sebanyak 189 korban penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi telah diklaim keluarga korban yang datang ke posko krisis Bandar Udara Internasional Soekarto Hatta di Banten dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB, Senin, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka. Namun, 13 menit kemudian, pesawat itu hilang kontak. Pesawat kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Pesawat itu mengangkut total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin. Hingga saat ini, regu Badan Pencarian dan Penyelamat Nasional (Basarnas) masih melakukan pencarian dan evakuasi korban dan puing-puing pesawat. ULY/RHMS

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish