Wisata Sabang Belum Miliki Kajian Lingkungan

Kunker Komisi B DPRD Tolitoli

0 49

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

TOLITOLI, MERCUSUAR – Komisi B DPRD Tolitoli mengapresiasi pembangunan destinasi wisata Sabang, yang beberapa tahun terakhir ini, terus mendapat gelontoran dana miliaran rupiah, dari pemerintah pusat dan APBD Tolitoli.

Ketua Komisi B DPRD Tolitoli, Jumsar Juni, di sela-sela kunjungan kerjanya menyusuri Pulau Sabang, pada Sentra Destinasi Wisata Sabang, bahkan menyatakan siap mendorong peningkatan anggaran di tahun 2020, bila penanganan infrastruktur yang direncanakan pemerintah kabupaten, masih membutuhkan tambahan anggaran.

“Saya kira apa yang telah dilakukan Pemkab Tolitoli di sini patut diapresiasi. Destinasi Wisata Sabang ini adalah menjadi kebanggaan kita semua, kita senang dengan ini. Karena itu, kita penting untuk terus mendorong pemerintah kabupaten serius dan fokus menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Bila dibutuhkan penambahan anggaran, Komisi B siap membantu,” ujar Jumsar Juni.

Menurut Jumsar Juni, bersama anggota Komisi B yang turut dalam kunjungan kerja di Destinasi Wisata Sabang, Sabtu (2/11/2019), seluruh sarana dan prasarana yang dibangun, harus di atas lahan yang beralas hak aset milik pemerintah kabupaten.

“Komisi B DPRD Tolitoli ingin memastikan itu, sehingga tumpahan anggaran di obyek wisata ini, tidak menimbulkan masalah,” tegas Jumsar Juni.

Terkait legalitas lahan yang disentil Ketua Komisi B DPRD Tolitoli, ditanggapi langsung Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Tolitoli, Nurrahman Syah. Menurutnya, kawasan destinasi wisata Sabang adalah aset milik Pemerintah Kabupaten Tolitoli, yang legalitasnya dibuktikan dengan sertifikat hak milik.

“Jadi awalnya memang kawasan ini milik orang per orang, tapi pemerintah kabupaten sudah melakukan ganti rugi dan sudah disertifikatkan atas nama pemda,” jelas Nurrahman Syah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Azis Bestari yang juga menyertai kunjungan kerja tersebut, menyayangkan penanganan pembangunan kawasan obyek wisata itu, tidak memiliki dokumen kajian lingkungan. Menurut Ketua DPRD Tolitoli 2009 itu, dokumen kajian lingkungan sebelum dimulainya kegiatan proyek, harus lebih awal dirampungkan.

“Dokumen kajian lingkungan itu hal yang wajib, apakah amdal atau UKL UPL, yang harus dituntaskan dulu, baru bisa dimulai aktivitas lapangan,” ujar Azis Bestari.

Kepada Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Tolitoli yang juga adalah PPK proyek infrastruktur wisata Sabang, Nurrahman Syah, Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Azis Bestari meminta agar dokumen kajian lingkungan yang dipersyaratkan, dapat menjadi perhatian Dinas Pariwisata Tolitoli.

Nurrahman Syah mengakui proses dokumen kajian lingkungan  masih sedang berjalan.

“Jadi bukan amdal, tapi UKL UPL yang saat ini masih sementara dalam proses. UKL UPL nya sementara jalan,” ujarnya.

Menurut Nurrahman Syah, terkait kajian lingkungan Destinasi Sabang, terdapat kesalahan dalam nomenklatur di APBD 2019.

“Dalam APBD awal 2019, kegiatan kajian lingkungan digabung dengan kegiatan master plan untuk perencanaan Sabang, sementara ini adalah kegiatan berbeda. Karena itu, maka kami ajukan kembali di APBD-P. Itu sebabnya sehingga kegiatan kajian lingkungannya, baru dapat kami proses setelah APBD-P 2019 disahkan,” jelas Nurrahman Syah. MP

Dapatkan Info berita terupdate Langsung ke perangkat anda, Berlangganan.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish