JOB Tomori Membangun Masa Depan dari Desa melalui TAMASYA

JOB Tomori menjalankan program TAMASYA dalam rangka memberikan perlindungan, pendidikan dan pemenuhan gizi terintegrasi kepada anak-anak di Desa Paisu Buloli Kecamatan Batui Selatan. FOTO: IST.

BANGGAI, MERCUSUAR – Anak-anak adalah aset bangsa yang paling berharga, dan masa depannya ditentukan oleh kualitas asuhan serta nutrisi yang diterima saat ini. Menyadari hal tersebut, JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) secara konsisten menunjukkan komitmen terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), JOB Tomori hadir di tengah masyarakat Desa Paisu Buloli Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan pemenuhan gizi yang terintegrasi.

Diluncurkan sejak November 2025, TAMASYA bukan tempat penitipan anak biasa. Program tersebut merupakan inisiatif strategis dalam kerangka Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) yang dirancang secara komprehensif. JOB Tomori memandang bahwa layanan pengasuhan yang aman, ramah, dan inklusif adalah kebutuhan dasar bagi setiap anak agar mereka dapat tumbuh secara optimal baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Di Desa Paisu Buloli, program ini menjadi oase bagi para orang tua yang menginginkan lingkungan terbaik bagi buah hatinya. Saat ini, sebanyak 18 anak aktif mendapatkan binaan rutin di bawah payung TAMASYA. Fokus utama program ini adalah pemenuhan gizi seimbang melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang krusial untuk mencegah stunting dan mendukung pertumbuhan fisik di masa emas perkembangan anak.

JOB Tomori tidak berhenti pada aspek fisik semata. Program TAMASYA mengadopsi pendekatan holistik yang menyentuh aspek pembentukan karakter, dengan melibatkan lembaga keagamaan setempat. Program ini menginisiasi konsep Gereja Ramah Anak serta pelaksanaan Taman Pengajian Anak (TPA). Di sini, nilai-nilai moral, kebersamaan, dan spiritualitas ditanamkan sejak dini oleh para guru pengaji dan pendamping yang berdedikasi.

Kekuatan utama dari Program TAMASYA terletak pada kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah. Pelaksanaannya telah terintegrasi dengan kegiatan Posyandu bulanan, menciptakan sistem pemantauan kesehatan yang terjadwal. Sinergi ini melibatkan Pemerintah Desa Paisu Buloli serta pendampingan teknis dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai.

Kolaborasi ini juga tercermin dalam pendanaan yang berkelanjutan, di mana pemberian makanan tambahan didukung secara gotong royong melalui kontribusi perusahaan dan Dana Desa. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan sosial di wilayah operasional hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang harmonis.

Kepala Desa Paisu Buloli, Retmon Samaduy memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, TAMASYA telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

“Program ini membantu orang tua memastikan anak-anak mereka mendapatkan perhatian dari sisi kesehatan dan gizi, sekaligus mendapatkan pembinaan karakter di lingkungan yang sangat ramah anak,” kata Retmon.

General Manager JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi, Andry menegaskan bahwa TAMASYA adalah perwujudan visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

“JOB Tomori berupaya hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai mitra pembangunan. Kami ingin berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, agar anak-anak di sekitar wilayah operasional kami tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing,” tutur Andry.

Dengan langkah tersebut, Andry berharap Program TAMASYA dapat menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Kabupaten Banggai, sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian perusahaan adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas Indonesia dari tanah Sulawesi. ***/MAM

Pos terkait