BANGGAI, MERCUSUAR – Di tengah khidmatnya suasana bulan Ramadan 1447 H, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi menggelar agenda Roadshow Kelembagaan.
Kegiatan dipusatkan di Masjid Darussalam Desa Slametharjo Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, pada Jumat (7/3/2026).
Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremoni, melainkan wadah berbagi berkah. Agenda dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 160 anak yatim yang berasal dari 16 desa di wilayah Kecamatan Moilong. Menunjukkan potret harmonisasi antara industri strategis nasional dengan masyarakat lingkar operasional.
Tak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam menjaga nilai-nilai religi di masyarakat, pihak penyelenggara juga menyerahkan paket bingkisan kepada 16 Imam Desa.
Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu Cekti Bhawono dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kabupaten Banggai. Ia menekankan, keberhasilan JOB Tomori sebagai produsen gas terbesar keenam di Indonesia merupakan buah dari doa dan sinergi masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih, karena selama ini didukung dan didoakan oleh bapak-ibu sekalian. Berkat sinergi ini, kami dapat menjalankan tugas negara memproduksi gas alam dari Bumi Banggai dengan lancar. Saat ini, JOB Tomori menempati posisi keenam terbesar di Indonesia dalam produksi gas,” ujar Visnu.
Ia juga menginformasikan mengenai transisi operasional yang akan terjadi pada Desember 2027, di mana tongkat estafet produksi akan dilanjutkan oleh Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Perwakilan SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardana menekankan pentingnya industri hulu migas dalam konteks ketahanan energi nasional yang kian menantang akibat situasi geopolitik global. Mengingat krisis energi yang sempat membayangi pasokan impor nasional, optimalisasi produksi domestik seperti yang ada di Moilong menjadi sangat krusial.
“Kegiatan hulu migas di sini adalah tulang punggung pembangunan. Kami melihat potensi besar di Moilong, tidak hanya dari sektor gas tetapi juga dari hamparan sawah yang kian tertata. Ini menunjukkan bahwa kehadiran industri berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur daerah,” jelas Wisnu.
Pemerintah Kabupaten Banggai yang diwakili Faisal Karim, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, roadshow kelembagaan adalah langkah strategis untuk membangun komunikasi yang transparan dan konstruktif.
“Kehadiran industri migas tidak hanya memberikan kontribusi bagi penerimaan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan ini tidak hanya diukur secara teknis dan angka produksi, melainkan dari seberapa harmonis hubungan antara perusahaan dan masyarakat,” tutur Faisal saat membacakan sambutan Bupati Banggai.
Tausiyah Ramadan disampaikan oleh Ketua Alkhairaat Kecamatan Moilong, Ustaz Masrihun S. yang mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan). Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan salat magrib berjemaah yang menyatukan para pejabat, pimpinan perusahaan, dan warga dalam satu saf kebersamaan.
Melalui momentum ini, JOB Tomori dan SKK Migas menegaskan kembali komitmen bahwa keberadaan energi yang dikelola dari perut bumi Banggai, haruslah membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di atasnya. ***/MAM






