BANGGAI, MERCUSUAR – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai, H. Nurdjalal membuka kegiatan Pameran Museum Daerah Kabupaten Banggai yang digelar di jalan Sam Ratulangi Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (22/11/2023).
Dalam sambutannya, Nurdjalal mengatakan kemajuan kebudayaan adalah upaya dalam meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia, di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pengembangan kebudayaan.
“Pokok pikiran kebudaayaan daerah adalah dukumen yang menguak kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah, dalam upaya kemajuan kebudayaan beserta pelestarian budaya. Kebudayaan merupakan investasi masa depan dalam membangun peradaban bangsa,” kata Nurdjalal.
Olehnya itu, kata Nurjalal, Bupati Banggai menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merangkul semua komponen masyarakat dari berbagai kalangan seperti seniman, budayawan, praktisi kesenian, dewan kesenian, serta orang-orang yang memiliki keterkaitan pekerjaan dalam bidang budaya, untuk mengangkat dan melestarikan budaya daerah Kabupaten Banggai.
“Semua pihak tidak pernah berhenti berkreasi dan berinovasi dalam berbagai bidang pembangunan, sehingga daerah kita dapat bersaing dengan daerah-daerah lain di dalam membangun kebudayaan. Supaya daerah kita tidak hanya menjadi tempat transit semata, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah produk yang lebih besar bagi masyarakat,” tutur Nurdjalal.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Nurmasita Masulili mengatakan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menggali kreatifitas siswa-siswi berdasarkan kearifan lokal yang ada, yakni budaya Banggai, Balantak, Saluan dan Andio.
“Museum Daerah Kabupaten Banggai merupakan identitas atau jati diri daerah ini. Karena di dalam museum, terdapat koleksi budaya adat istiadat Kabupaten Banggai,” kata Nurmasita.
Ia berharap, museum tersebut dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran, tempat rekreasi, penelitian dan wisata budaya bagi masyarakat. Sehingga museum tidak dikenal sebagai tempat yang menyeramkan, akan tetapi dikenal sebagai tempat menyimpan budaya daerah, dan bisa menjadi tempat yang menarik untuk mengenalkan budaya Kabupaten Banggai pada masyarakat luas, khususnya kepada anak sekolah dan mahasiswa.
Dari pantauan, tercatat ada 9 sekolah yang berpartisipasi pada pameran ini, yakni SMP Negeri 1 Luwuk, SMP Negeri 2 Luwuk, SMP Negeri 3 Luwuk, SMP Negeri 1 Luwuk Timur, MTs Daarul Hikmah Luwuk (Ponpes Daarul Hikmah), SDN 3 Luwuk, SDN 1 Luwuk, SD Katolik St. Yoseph Luwuk, dan MIN 4 Banggai. */PAR