Manfaatkan Abu Sekam, Tim Dosen Pengabdi dari UNTAD Akan Buat Bata Ringan

  • Whatsapp
68C338AA-C7BF-4057-AD12-2E0892EBEB23

PETOBO MERCUSUAR – Terciptanya bangunan yang kokohdan tahan akan gempa, bermanfaat diterapkan warga yang berada di daerah rawan bencana termasuk di Kelurahan Petobo.

Menyadari permasalahan tersebut, tiga Dosen Universitas Tadulako (UNTAD): Dr. Ir. I Gede Tunas, S.T., M.T. (Program Studi Teknik Sipil), Asrafil, S.Si. M.Eng (Program Studi Teknik Geologi) dan Ni Made Suwitri Parwati, SE, M.Si. (Program StudiAkuntansi) menerapkan inovasi baru dengan manfaatkanlimbah abu sekam sebagai bahan bata ringan. Sebagian penggunaan pasir pada pembuatan bata ringan nantinya akandisubstitusikan oleh limbah abu sekam.

Berita Terkait

Inovasi yang sedang dalam proses pengerjaan itu diusulkan oleh ketiga Dosen UNTAD bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan dukunganpenuhKementerian Riset danTeknologi/Badan Riset dan InovasiNasional (RISTEK-BRIN) dalam bentuk Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan topik “Pemberdayaanmasyarakat terdampak gempa dan Liquifaksi dalammengembangkan batako ringan untuk mendukung pembangunanhunian tahan gempa di Kota Palu pasca gempa bumi Tahun2018” di kantor Kelurahan Petobo, Jumat (7/5/2021).

Dr. I Gede Tunas selaku ketua tim menjelaskan bahwa saat inipenelitian masih berjalan dengan melibatkan sebanyak 20 orang penyintas Petobo bertempat di Kantor Kelurahan Petobo dan akan dilakukan Workshop pembuatan bata ringan, usaidilakukan uji coba laboratorium penggunaan abu sekam sebagaibahan utama pembuatan bata ringan, selain menggunakan semen sebagai pengikat dan ditambah pasir tanpa kerikil, sehinggamenjadi lebih ringan dan kokoh untuk bangunan kedepan.

“Latar belakang dari gagasan ini yakni besarnya limbah sekampadi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan lokal dan jauhlebih mudah diperoleh dari bahan lain sepertilimbahbatu bara, dan melihat konstruksi bangunan yang rusak pasca gempa 28 September 2018 lalu, salahn satunya disebabkan olehmaterial bangunan yang terlaluberat ujarnya.

“Kami sengaja memanfaatkan abu sekam padi, karena di sekitarkita banyak terbuang, terutama ditempatpenggilinganpadi.Selain itu, pada industri kecil produsen batu bata yangmenggunakan sekam sebagai bahan bakarnya, juga menyisakanlimbahabusekam. Ketika jadi abu, masih sedikit yang menggunakan untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Nah, kami menggunakan limbah abu sekam tersebut sebagaitambahan bahan pembuatan bata,” ujarnya.

Baca Juga