BI Sulteng Ajak Sinergi Pemberdayaan Ekonomi Daerah

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna (berdiri) menyampaikan sambutan pada peluncuran LPI 2025, di Palu, Rabu (28/1/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna mengajak stakeholder ekonomi serta pemerintah daerah, untuk bersinergi mengembangkan dan memberdayakan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikannya, pada peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, di ruang Kasiromu Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulteng, Rabu (28/1/2026).

“BI saling bersinergi dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta otoritas terkait, mari bersama-sama mengembangkan ekonomi dan memberdayakan ekonomi, khususnya kita di daerah,” kata Irfan.

Ia menuturkan, ekonomi Sulteng saat ini memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia. Hal itu karena Sulteng menjadi salah satu penghasil utama nikel dunia yang berasal dari Indonesia, penghasil utama kakao di Indonesia, serta salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia.

“Ekonomi Sulteng memiliki warna, memberikan impact kepada ekonomi Indonesia, kontribusinya cukup signifikan bagi Indonesia. Kita mesti saling berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Sulteng,” tutur Irfan.

Peluncuran LPI 2025 dilaksanakan secara serentak dari seluruh Kantor Perwakilan BI di Indonesia. Dokumen yang memuat laporan sejumlah aspek, pandangan, kebijakan serta hal-hal yang menjadi pertanggungjawaban BI terhadap publik tersebut, diluncurkan secara resmi oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta dan disiarkan secara daring.

Selain laporan terkait perkembangan ekonomi tahun 2025, LPI tersebut juga memuat proyeksi ekonomi di tahun 2026. Irfan berharap, dokumen tersebut dapat menjadi salah satu referensi mengenai kondisi, perkembangan serta tantangan perekonomian di Indonesia. IEA

Pos terkait