Jacob Oetama, Tokoh Bangsa Itu Telah Pergi, Berpesan Jaga Mercusuar

Jacob Oetama

PALU MERCUSUAR – Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, Rabu, 9 September 2020, menghembuskan nafas terakhir. Tokoh pers Indonesia ini, memiliki pesan khusus pada Pimpinan Umum Mercusuar, Tri Putra Toana, saat mengikuti penataran kewaspadaan nasional untuk pimpinan redaksi se-Indonesia tahun 1984.

Saat itu Tri Putra merupakan peserta termuda, dari seluruh pimpinan redaksi yang hadir.

Tak disangka, Jakob Oetama dalam pertemuannya dengan Tri Putra saat itu, mengaku mengikuti perkembangan Mercusuar.

Jakob Oetama, memberikan wejangan pada Tri Putra di sela-sela kegiatan agar menjaga Mercusuar. Bagi Jakob Oetama, Mercusuar, merupakan salah satu saksi perjalanan hidup bangsa Indonesia, khususnya perjuangan rakyat Sulteng.

“Saya terkejut saat mendengar berita di televisi, beliau mangkat. Saya ingat wejangan beliau, membangun pers utamakan kepentingan rakyat dan Negara, abaikan kepentingan pribadi anda. Wejangan itu sangat membekas dan selalu saya pegang hingga saat ini. Terima kasih Pak Jakob, selamat jalan tenang di sisi Tuhan,” kata Tri Putra.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan juga rasa bela sungkawa atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama.

Dikutip dari Instagram pribadi Jokowi, ia mengaku sangat kehilangan sosok Jakob. “Almarhum bukan hanya seorang tokoh pers, pendiri, dan pemimpin harian Surat Kabar Kompas atau Kelompok Kompas Gramedia, tapi dia adalah tokoh bangsa ini,” kata Jokowi.

Jokowi mengenang sosok pria berusia 88 tahun tersebut sebagai seorang jurnalis sejati dengan semangat juang dan daya kritis yang tinggi.

Pandangan Jakob pun ia sebut selalu penuh nuansa kemanusiaan. “Ia selalu menyampaikan pandangan dan kritiknya itu dengan bahasa yang halus dan santun,” kata Jokowi.

Jokowi pun mendoakan pengabdian Jakob mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Ia jug mendoakan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

“Selamat jalan Pak Jakob Oetama. Terima kasih untuk warisan kebajikan dan jasa almarhum untuk dunia pers dan bangsa ini,” kata Jokowi.

Sementara itu Kepolisian RI juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Jakob Oetama.

“Sebagai mitra, kami atas nama keluarga besar Mabes Polri turut berduka cita atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama. Semoga segala kebaikannya diterima Tuhan YME,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Rabu.

Menurut Argo, Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Ia memuji Jakob Oetama yang dinilainya adalah sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme. “Indonesia kehilangan tokoh pers terbaik,” ucap dia.

Almarhum tutup usia pada usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dokter mengatakan Jakob dalam keadaan kritis saat masuk rumah sakit.

Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho mengatakan almarhum akan disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan. Kemudian, almarhum akan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.

Kompas meminta karyawan maupun purnakaryawan yang hendak menyampaikan penghormatan terakhir kepada Jakob Oetama mengikuti prosesi persemayaman dan pemakaman secara daring melalui tautan www.kompas.tv/live. Hal ini berkaitan dengan protokol kesehatan.TMU/TMP

Pos terkait