Kerja Sama Kanada-Indonesia, Program SEHAT Sasar Empat Daerah di Sulteng

Pemukulan gong tanda peluncuran program SEHAT di Provinsi Sulteng, Rabu (4/3/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Program Penguatan Akses Kesehatan yang Berkeadilan di Wilayah Sasaran atau Strengthening Equitable Health At Target Region (SEHAT) resmi dilaksanakan di Provinsi Sulteng, melalui seremoni peluncuran di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (4/3/2026).

SEHAT merupakan program kerja sama antara Pemerintah Kanada bersama RI melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang dilaksanakan oleh Cowater International bekerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) sebagai mitra lokal.

Program yang berjalan pada periode 2025-2031 tersebut merupakan hibah dari Global Affair Canada, dengan sasaran kerja di Provinsi Papua dan Sulteng. Adapun pelaksanaan program di Provinsi Sulteng menyasar empat daerah, masing-masing Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

SEHAT bertujuan memperkuat sistem layanan kesehatan primer yang tangguh, setara dan responsif gender, sebagai upaya peningkatan kesehatan dan pemenuhan hak, khususnya kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan dan remaja putri, terutama masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan terpinggirkan.

Head of Development Cooperation Global Affairs Canada, Alice Birnbaum menjelaskan, SEHAT adalah hasil kerja sama bertahun-tahun antara Pemerintah Kanada dan RI di sektor kesehatan, setelah sebelumnya telah menjalankan beberapa program, termasuk di Sulteng.

“Jadi ini bukan yang pertama. Kami sangat senang melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia, terutama dalam penguatan layanan kesehatan primer. Seperti kita ketahui bersama, pelayanan kesehatan primer adalah tulang punggung dari layanan kesehatan, terutama untuk perempuan, remaja dan orang-orang yang rentan,” ujar Alice.

Menurutnya, SEHAT menjadi investasi jangka panjang pihak pemerintah Kanada, dalam mendukung pemerintah RI untuk meningkatkan layanan kesehatan, utamanya kesehatan reproduksi. Kerja sama tersebut diperkuat kembali pada kunjungan Menteri Luar Negeri Kanada ke Indonesia pada Januari lalu.

Sulteng Memiliki Ketangguhan

Sementara Head of Program Cowater International, Nadia Geurch menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan para mitra, yakni ‘Aisyiyah dan PKBI, yang telah bersedia bekerja sama menjalankan program tersebut.

“Kami bekerja di tujuh kabupaten di dua provinsi. Masing-masing empat di Sulteng dan tiga di Papua,” kata Nadia.

Menurutnya, Indonesia bukan merupakan mitra baru Cowater International, bahkan telah menjadi negara dengan lokasi program paling banyak yang telah dilaksanakan. Cowater merupakan perusahaan konsultan pembangunan global, yang telah bekerja pada hampir 5.000 program di seluruh dunia, dengan bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi setempat.

Pemilihan Sulteng sebagai salah satu sasaran SEHAT, menurut Nadia, bukan merupakan sebuah kebetulan. Pihaknya menilai, masyarakat Sulteng memiliki ketangguhan yang cukup kuat di tengah berbagai tantangan dalam beberapa tahun.

“Provinsi ini telah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun belakangan, tapi ketangguhannya juga luar biasa. Itulah yang membuat kami berpikir Sulteng mampu untuk mendukung capaian dampak kesehatan sesuai apa yang diinginkan, terutama bagi kaum perempuan dan remaja,” tutur Nadia.

Peluncuran program tersebut ditandati dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Novalina. Turut hadir perwakilan dari Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kemenkes, Tri Yani, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rochima, Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, Ketua PW ‘Aisyiyah Sulteng, Dr. Hj. Nudiatulhuda Mangun bersama jajarannya, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, perwakilan PKBI, perwakilan Pemerintah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Selaras dengan BERANI Sehat

Dalam sambutannya, Sekprov Sulteng, Novalina menyebut SEHAT selaras dengan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, yakni BERANI Sehat, sebagai upaya memastikan setiap penduduk Sulteng mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.

“Ini sangat terkoneksi dan berkorelasi dengan program BERANI Sehat. Tinggal bagaimana ke depan, kolaborasi dalam pelaksanaannya betul-betul kita bangun bersama,” kata Novalina.

Ia juga berpesan, agar evaluasi dan pelaporan program tersebut dapat terintegrasi dan bukan menjadi laporan terpisah.

“Dalam evaluasi, review atau pelaporan kita juga mesti duduk bersama, agar kami bisa lebih tahu kondisi di lapangan. Kalau bisa, bukan hanya dengan dinas teknisnya saja, tetapi juga dengan dinas yang menangani perencanaan dan pelaporan. Sehingga masuk satu pintu, dan laporan ke pemerintah pusat juga lebih baik dan akan berdampak kepada evaluasi kinerja pemerintah daerah,” pungkas Novalina.

Kemitraan Lama dengan ‘Aisyiyah

Sementara itu, Sekretaris Umum PP ‘Asyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rochima mengatakan, pihaknya telah menjadi mitra yang cukup lama di berbagai program bersama Pemerintah Kanada dan Cowater International. Ia menegaskan ‘Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memberikan perhatian dan kepedulian terhadap isu-isu kesehatan, khususnya kesehatan perempuan dan remaja putri.

Bahkan, Muhammadiyah sejak tahun 1923 telah mendirikan Rumah Sakit (RS) PKU di Yogyakarta. Hal itu, menurut Tri Hastuti, merupakan wujud kepedulian organisasi tersebut dalam mengupayakan agar masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang memadai.

“Sejak awal kehadirannya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah selalu bekerja dengan pemerintah. Di tingkat pusat dengan Kemenkes kami sudah sering bekerja sama, lalu di tingkat provinsi hingga desa. Salah satu kekuatan dari ‘Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah adalah bekerja dari tingkat pusat sampai daerah,” tutur Tri Hastuti.

Saat ini, ungkap Tri Hastuti, ‘Aisyiyah telah mendirikan 21 RS dan 55 Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami juga bekerja di komunitas bersama ibu-ibu lewat Pimpinan Ranting, mempromosikan bagaimana perempuan dan anak remaja bisa mendapatkan akses kesehatan. Di Provinsi Sulteng, kami juga bekerja di 13 kabupaten dan kota. Insyaallah, ini menjadi kekuatan, sehingga harapan akses kesehatan yang berkeadilan, khususnya untuk perempuan dan remaja, akan terwujud,” tandas Tri Hastuti. IEA

Pos terkait