JAKARTA, MERCUSUAR – Di sebuah ruang diskusi di Jakarta, Kamis (22/1/2026), isu tambang berkelanjutan di Pomalaa mengemuka. PT Vale Indonesia datang bukan sekadar membawa paparan, tetapi juga pesan keterbukaan. Di hadapan peneliti, aktivis lingkungan, dan publik, perusahaan menegaskan komitmennya menjalankan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan.
Komitmen itu terkait pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Proyek ini mencakup pembangunan smelter untuk pengolahan nikel. Hingga akhir 2025, PT Vale masih berada pada tahap konstruksi. Perusahaan menargetkan mulai menambang pada 2026.
“Kami berkomitmen pada pengelolaan pertambangan yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk perlindungan lingkungan, kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat,” kata Direktur dan Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, Senin (26/1/2026). Ia menyebut dukungan pemerintah, khususnya Kementerian ESDM serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjadi bagian penting dari upaya itu.
Budiawansyah menyampaikan hal tersebut saat menanggapi peluncuran laporan riset dan diskusi publik bertajuk Riset Pembangunan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) dan Pabrik Peleburan HPAL Kolaka Nikel Indonesia (KNI) yang digelar Yayasan Satya Bumi. Dalam forum itu, juru kampanye Satya Bumi Alexandra Aulianta dan Kisran Makati dari Puspaham memaparkan temuan riset mereka.
Menjawab salah satu temuan terkait kajian hidrologi, Budiawansyah menjelaskan bahwa sebelum menambang, PT Vale selalu menyusun kajian hidrologi. Tujuannya untuk mengelola air limpasan tambang agar kualitasnya memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan air.
Kajian tersebut mencakup pemetaan daerah tangkapan air, arah aliran limpasan, serta data curah dan intensitas hujan. Perusahaan juga menghitung potensi debit air, erosi, dan sedimentasi, lalu merancang saluran drainase serta fasilitas penangkap sedimen sesuai rencana pembukaan lahan.
“Untuk memastikan fungsinya, kami memantau parameter kualitas air limpasan secara rutin sebelum dialirkan ke badan air pada titik-titik yang ditentukan,” ujar Budiawansyah. Ia menyebut langkah ini sebagai wujud nyata pengelolaan lingkungan.
Terkait pembukaan lahan, PT Vale mencatat total areal IUPK yang telah dibuka seluas 880,3 hektare atau 4,3 persen dari total luas IUPK. Pada area hutan lindung, luas bukaan mencapai 82,4 hektare atau 0,4 persen.
Dari lahan yang sudah dibuka, 83,7 hektare digunakan untuk persiapan penambangan. Sisanya, 796,54 hektare, untuk sarana penunjang permanen seperti jalan tambang, perkantoran, fasilitas pengendali sedimen, dan ore stockpile.
“Khusus periode 2024–2025, total bukaan lahan baru menurut catatan kami 487,9 hektare, bukan 854,29 hektare seperti yang disampaikan dalam surat Satya Bumi dan Puspaham,” kata Budiawansyah.
Ia juga menegaskan bahwa perlindungan lingkungan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama perusahaan. PT Vale, kata dia, memahami keprihatinan terkait kondisi kesehatan warga Desa Hakatutobu.
Berdasarkan pemetaan yang lebih luas, wilayah desa tersebut berdekatan dengan beberapa konsesi tambang lain yang telah lebih dulu beroperasi. “Khusus Desa Hakatutobu, wilayahnya berada pada daerah aliran sungai yang berbeda dengan keluaran air limpasan tambang PT Vale,” ujarnya.
Budiawansyah menambahkan bahwa praktik pertambangan yang baik telah dijalankan PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan. Dari sana, perusahaan meraih sejumlah penghargaan, antara lain PROPER Emas 2024 dari KLHK, Gold Award Asia ESG Positive Impact Awards 2025 untuk konservasi keanekaragaman hayati, serta Lestari Awards 2025 untuk inisiatif kehati.
Di akhir pernyataannya, Budiawansyah menegaskan sikap terbuka perusahaan terhadap kritik dan masukan. “Kami mengapresiasi kajian ini dan menjadikannya referensi. Transparansi adalah cara membangun kegiatan yang lebih baik. Kami terbuka menerima masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan LSM,” katanya.TIN
Menjawab Riset Publik, PT Vale Tegaskan Komitmen Lingkungan di Pomalaa






