Milad ke-113, Muhammadiyah Terus Menjaga Kecintaan terhadap Indonesia

Puncak peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng dilaksanakan di JCC Palu, Minggu (30/11/2025). FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV SULTENG

PALU, MERCUSUAR – Persyarikatan Muhammadiyah sejak lahir pada tahun 1912 lalu terus menjaga kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Hal itu ditunjukkan melalui komitmen Muhammadiyah yang menjaga spirit kedaulatan negara Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga PHU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, K.H. Muhammad Ziyad saat menyampaikan tausyiah pada resepsi peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng, yang diselenggarakan di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Minggu (30/11/2025).

“Di dalam tubuh muhammadiyah mengalir spirit menjaga kedaulatan negara,” tegas Ziyad.

Tema Milad ke-113 Muhammadiyah yakni “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, menurut Ziyad, menunjukkan komitmen kuat persyarikatan yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan tersebut dalam upaya pembangunan bangsa.

“Muhammadiyah tidak pernah absen dalam membangun bangsa,” imbuhnya.

Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menyampaikan tausyiah pada resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng, di JCC Palu, Minggu (30/11/2025). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

Muhammadiyah, lanjut Ziyad, juga terus berupaya hadir memberikan di saat bangsa Indonesia membutuhkan uluran bantuan. Terbaru, PP Muhammadiyah menginstruksikan seluruh jajaran Muhammadiyah hingga ke tingkat ranting, untuk bergerak dalam membantu masyarakat di beberapa daerah di Sumatera, yang saat ini tengah menghadapi bencana alam banjir.

Tidak hanya di dalam negeri, Muhammadiyah turut mengambil bagian dalam membantu kesusahan yang dialami masyarakat dunia. Hal itu, menurut Ziyad, menunjukkan konteks kecintaan Muhammadiyah kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Jangankan di dalam negeri, kepada saudara-saudara kita yang nan jauh di sana, seperti di Palestina, Muhammadiyah sudah menggelontorkan Rp44 miliar bantuan. Begitu juga ketika kejadian Rohingya di Myanmar, (bantuan) Rp22 miliar Muhammadiyah hadir,” ungkapnya.

Ziyad yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menuturkan, Muhammadiyah saat ini telah tuntas pada pembahasan toleransi. Apa yang dilakukan Muhammadiyah adalah toleransi aktif, bukan hanya pasif.

“Bukan toleransi narasi, tetapi dalam bentuk aksi,” tegasnya lagi.

Selain itu, Muhammadiyah terus berkomitmen menjalankan perintah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, yakni terus berinisiatif dalam upaya mencerdaskan generasi Indonesia.

Resepsi peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng, turut dihadiri Ketua DPRD Sulteng, H. Mohammad Arus Abdul Karim bersama unsur Forkopimda Provinsi Sulteng, jajaran Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulteng, jajaran Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Palu, perwakilan unsur PD Muhammadiyah se-Sulteng, serta jajaran pimpinan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah.

Lanjutkan Sinergitas Pembangunan

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Novalina menyampaikan pergerakan Muhammadiyah telah banyak berjasa dalam membangun peradaban umat lewat gerakan dakwah dan pendidikan, termasuk dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang atau rahmatan lil’alamiin, khususnya di Provinsi Sulteng.

Novalina mendoakan, di usia lebih seabad, Muhammadiyah semakin berkembang maju dengan terus menyebarluaskan benih-benih kebaikan, kemaslahatan, dan kontribusi sinergi dalam membangun Sulteng menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sekprov Sulteng, Novalina menyampaikan sambutan. FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV SULTENG

Ia menyampaikan, gerakan yang dijalankan Muhammadiyah sejalan dengan program BERANI Berkah yang tengah dikuatkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, dalam upaya membangun masyarakat dengan nilai-nilai religius.

“Hal ini sejalan dengan gerakan Muhammadiyah yang menekankan pentingnya keikhlasan, kerja nyata, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Novalina.

Olehnya, kata dia, sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah, terutama pada sektor pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat dan penguatan layanan sosial.

Pemantik untuk Bergerak Lebih Maju

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulteng, H. Muh. Amin Parakkasi mengatakan, Persyarikatan Muhammadiyah telah memberikan kontribusi yang tidak terhitung lagi, serta diakui secara objektif pada skala global.

“Dalam perjalanan panjang Muhammadiyah, tak terhitung kontribusinya yang sudah mengglobal dan secara objektif diakui. Di Provinsi Sulteng juga tentu demikian, harus ikut merasakan kebanggaan tersebut,” kata Amin.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah, untuk menjadikan milad ke-113 sebagai momentum untuk instrospeksi diri, serta menjadi pemantik untuk bergerak lebih maju.

“Begitu banyak yang kita perlu perbaiki. Dengan milad ini, kita optimistis Muhammadiyah di Sulteng akan bergerak lebih maju,” tegasnya.

Serangkaian dengan peringatan milad ke-113, Amin menyebut PW Muhammadiyah Sulteng juga melaksanakan konsolidasi organisasi bersama unsur Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah se-Sulteng, sebagai bagian dari penguatan gerakan Muhammadiyah hingga ke tingkat bawah, yakni Cabang dan Ranting.

“Kita terus membenahi organisasi ini. Sehingga, Insyaallah, Muhammadiyah di Sulteng ikut serta menjadi bagian terpenting dalam tubuh pergerakan Muhammadiyah secara keseluruhan,” tandasnya.

Galakkan Semangat Berinfak

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua PD Muhammadiyah Kota Palu, Muhammad Yunus Gaffar menuturkan pelaksanaan peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng dirangkaikan dengan berbagai kegiatan.

Yakni jalan sehat yang dihadiri hingga empat ribuan warga di Kota Palu pada Sabtu (29/11/2025). Selain itu, panitia turut melaksanakan penilaian kinerja sekolah/madrasah, yang penilaiannya dilihat dari beberapa aspek, salah satunya upaya sekolah/madrasah dalam meningkatkan prestasi siswa dan guru.

“Milad harus kita jadikan momentum instrospeksi diri, muhasabah, apakah memang pendidikan kita yang selalui dibangga-banggakan sudah menjadi unggul. Menurut saya, kita tidak boleh lagi terjebak dalam nostalgia atau terjebak dengan masa lalu, tetapi mari bersama-sama mengelola amal usaha kita dengan sebaik-baiknya,” ujar Yunus.

Ia juga menyebutkan, pada peringatan Milad ke-113 pihaknya menggalakkan gerakan infak 113 kepada seluruh warga Muhammadiyah. Dalam gerakan infak tersebut, setiap donatur memberikan infak sebesar minimal Rp113.000 untuk mendukung kesuksesan peringatan Milad.

“Kami ingin semangat berinfak ini dapat terus digalakkan. Insyaallah, dengan infak kita akan membangun dan menggerakkan dakwah dengan sebaik-baiknya, amal-amal usaha akan kita perbaiki. perkuat persatuan dan kebersamaan kita demi membangun gerakan Muhammadiyah dengan sebaik-baiknya,” tandas Yunus. IEA

Pos terkait