Salah Minum Obat Bukan Kelaparan, Dinsos Palu Dampingi Anak Terlantar Akibat Kasus Hukum Orang Tua

Dua dari lima bersaudara yang terlantar karena kasus hukum kedua orang tuanya dilarikan ke Rumah Sakit karena overdosis obat demam, Minggu (2/6/2024). FOTO : IST

PALU, MERCUSUAR – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu, Susik, memberikan penjelasan terkait berita lima anak terlantar yang kedua orang tuanya tersangkut dan menjalani proses hukum. Susik menyatakan bahwa Dinas Sosial telah memberikan pendampingan intensif kepada anak-anak tersebut melalui pekerja sosial di lapangan.

“Kami sudah dampingi dengan beberapa teman-teman pekerja sosial yang merupakan petugas kami. Anak-anak ini sebelumnya mengalami demam dan overdosis obat yang diracik oleh kakaknya, sehingga mereka harus dirawat di rumah sakit. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak ini tidak kelaparan. Mereka mendapat makanan, dan kondisi kelaparan bukanlah penyebab utama masalah ini,” jelas Susik, saat dihubungi via telepon pada Selasa (4/6/2024).

Susik menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan anak-anak tersebut kelaparan dan dilarikan ke rumah sakit. “Padahal, saat itu tim Dinsos sendiri lah yang melarikan mereka ke rumah sakit karena overdosis obat yang diracik saudaranya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa tugas untuk membantu anak-anak terlantar ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial saja, melainkan tugas bersama. “Kita harus mencari solusi bersama-sama. Kami sudah beberapa kali rapat untuk mencarikan solusi bagi anak-anak ini. Keluarga mereka memiliki banyak masalah, termasuk identitas ganda pada ibu mereka yang mempersulit bantuan Program Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah,” tambahnya.

Susik juga menyebutkan bahwa Dinas Sosial telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Dinas Dukcapil untuk mengatasi masalah identitas ganda tersebut. “Kami telah mendampingi anak-anak ini jauh sebelum mereka masuk rumah sakit. Pendampingan yang kami berikan meliputi kebutuhan makanan dan kebutuhan dasar lainnya, karena mereka ditinggalkan oleh orang tua mereka,” ujarnya.

Selain itu, Susik menyatakan bahwa Dinas Sosial juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang layak. “Kami telah menyiapkan alternatif jika rumah mereka disita oleh kejaksaan. Kami siap menempatkan mereka di panti asuhan dan mengadopsi mereka jika diperlukan,” ungkapnya.

Langkah-langkah ini, menurut Susik, adalah bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Sosial untuk memberikan dukungan maksimal bagi anak-anak yang membutuhkan. “Kami terus melakukan langkah-langkah sejauh mungkin untuk memastikan kebutuhan mereka,” tutupnya.RES

Pos terkait