BANGGAI, MERCUSUAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, selama berjam-jam pada Jumat (27/3) sore, memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Batu Mandi. Luapan air sungai yang tak mampu lagi menampung debit air menyebabkan genangan meluas hingga ke permukiman.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WITA dan berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Dampak terparah dirasakan di Dusun 1 dan Dusun 2.
“Sedikitnya 22 rumah warga terdampak banjir. Air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa,” kata Asbudianto, Minggu (29/3/2026).
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah yang dilaporkan mengalami rusak sedang. Fasilitas umum turut terdampak, termasuk dua rumah ibadah dan satu kantor desa yang ikut terendam, sehingga aktivitas masyarakat sempat lumpuh.
Dalam situasi darurat tersebut, sedikitnya tiga kepala keluarga memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Warga lainnya bertahan sambil berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari genangan air.
Tim gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen lanjutan. Pendataan dilakukan guna memastikan jumlah pasti warga terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak, seperti logistik dan perlengkapan kebersihan.
Sejumlah laporan media lokal, termasuk Zona Merah News, menyebutkan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu utama banjir. Kondisi ini diperparah oleh meluapnya sungai di sekitar permukiman warga yang tidak mampu menahan debit air.
Fenomena banjir di wilayah Banggai bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah di Sulawesi Tengah kerap dilanda banjir saat curah hujan meningkat, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang terbatas dan berada di sekitar aliran sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah sebelumnya juga telah mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, seiring meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah selama masa peralihan musim.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, kondisi di Desa Batu Mandi kini dilaporkan mulai berangsur kondusif. Air perlahan surut, dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Upaya pemulihan dan distribusi bantuan bagi warga terdampak juga terus diupayakan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya.*/TIN
Puluhan Rumah di Balantak Utara Terendam Banjir






