PALU, MERCUSUAR – Rangkaian Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Aljufri mulai digelar hari ini, Sabtu (28/3/2026), di Kota Palu. Rangkaian kegiatan tahunan ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 60 ribu jemaah dari berbagai wilayah hingga puncak acara pada 1 April mendatang.
Pembukaan rangkaian kegiatan ditandai dengan Festival Raudhah yang dimulai sore hari ini di kawasan depan Masjid Alkhairaat, simpang Jalan SIS Aljufri dan Jalan Danau Poso. Festival tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Wali Kota Palu.
Festival Raudhah akan berlangsung hingga 30 Maret dengan menghadirkan seni budaya Islam, pameran UMKM, pameran sejarah, serta hasil pembangunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulan kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Selanjutnya, pada 31 Maret akan digelar kegiatan Rauhah di Masjid Alkhairaat, yang diisi dengan pembacaan kitab, doa tahlil, maulid, dzikir, serta arahan Ketua Utama Alkhairaat.
Puncak peringatan haul dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 di Alun-alun Alkhairaat mulai pukul 07.00 WITA, dengan rangkaian pembacaan Yasin dan tahlil, manaqib Guru Tua, testimoni, ceramah haul, hingga amanah Ketua Utama.
Koordinator Sekretariat Haul Guru Tua ke-58, Alamsyah Palenga, mengatakan seluruh persiapan telah dimatangkan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan tertib.
“Haul ini menjadi momentum bersama untuk mengenang dan melanjutkan nilai-nilai yang telah diwariskan Guru Tua,” ujarnya.
Tingginya antusiasme jemaah mulai terlihat dari tingkat hunian di Kota Palu. Sejumlah hotel, penginapan, dan homestay, khususnya di sekitar lokasi kegiatan, dilaporkan telah terisi penuh menjelang puncak haul.
Di sisi lain, pengamanan dan pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jemaah. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palu akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan selama kegiatan berlangsung.
Kasat Lantas Polresta Palu, AKP Atmaji Sugeng Wibowo, menjelaskan pengalihan arus dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
“Pengalihan arus ini bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Sejumlah titik simpang akan ditutup sementara dan diberlakukan sistem satu arah di beberapa ruas jalan, terutama di kawasan Jalan SIS Aljufri, Jalan Mangga, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Danau Lindu yang menjadi akses utama menuju lokasi haul.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian haul ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor UMKM dan jasa penginapan di Kota Palu. */JEF/IKI






