PALU, MERCUSUAR – Keluarga besar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Fahmi menggelar seminar penguatan keluarga atau yang dikenal dengan istilah parenting, menghadirkan salah satu psikolog terkenal dan konselor Rumah Keluarga Indonesia, Suriyati S.Th.I., M.Psi., di Palu, Sabtu (14/2/2026).
Suriyati membahas peranan istri dan suami yang dipilahnya dalam kelompok psikologis, di mana keduanya memiliki ciri yang berbeda dalam membangun kekuatan dalam keluarga.
“Dalam keluarga tidak boleh ada yang dominan, atau melakukan pembinaan dengan versi masing-masing. Keduanya, istri dan suami, yang juga adalah ayah dan ibu, harus punya satu visi yang disepakati berdua,” urai Suriyati yang juga owner Rumah Spirit dan PAUD Star Kids.
Dalam seminar yang dihadiri para orang tua santri, Suriyati menjelaskan kedudukan orang tua, serta langkah-langkah menjadi orang tua yang diidolakan anak-anaknya, sehingga anak tidak lagi mencari panutan di luar rumah, atau bahkan yang lebih berbahaya ketika anak-anak justru merasa nyaman dengan mencari pelampiasan di luar rumah.
“Peranan ayah cukup penting, salah satunya adalah mengawasi anak-anaknya dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya. Sisi ketegasan seorang ayah dimulakan dari bagaimana dia mencontohkan perilaku baik di rumah, termasuk dalam hal beribadah,” tukas Suriyati.
Peranan ibu, lanjutnya, juga sangat penting, salah satunya menjadi peneduh bagi anak-anak, sehingga dharapkan seorang ibu harus selalu menggunakan bahasa cinta kepada anak-anaknya.
Suryati juga membagi tips dalam mengajarkan anak untuk mengenal dan berani berpuasa, salah satunya dengan memberikan hadiah secara berjenjang, karena berpuasa bukan kompetisi atau ajang pamer.
Kepala SDIT Al Fahmi, Mohamad Mulki mengatakan kegiatan parenting yang digelar sekolahnya merupakan rangkaian awal dari sebuah kegiatan panjang bertajuk Tarhib Ramadan, Bina Kebersamaan dan Kepedulian di bulan Ramadan.
“Sebagai kegiatan awal, kami menghadirkan seorang psikolog, yang memberikan beberapa tips untuk orang tua dalam membina rumah tangganya. Ini juga bagian terpenting, untuk bagaimana menjalani ibadah puasa bersama keluarga,” urai Mulki.
Dia juga mengapresiasi orang tua santri, yang bukan hanya hadir, tetapi juga antusias dalam menerima materi selama tiga jam itu. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya para penanya, baik dari laki-laki maupun perempuan.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Al Fahmi, Mahmud Yunus, Ketua Bidang Dakwah, Wiwik Jumatul Rofi’ah, Rahmawati Ottoluwa dan Kepala SMP IT Al Fahmi. MBH






