PARMOUT,MERUSUAR,- Karena masih mengalami ketakutan,karena didusunya terjadi aksi teror dan terjadi kontak senjata pada senin 31/12 Sejumlah masyarakat yang tinggal didesa Salubanga mengungsi ke desa Sausu trans.
Bahkan sejumlah petani yang tinggal dikebunya didesa Salubanga dan beberapa dusun lainya memilih tidak pergi ke kebunya karena masih ketakutan dengan aksi teror yang baru saja terjadi.
Salah seorang warga desa Sausu yang enggan disebutkan namanya kepada merusuar Selasa 1/1 kemarin mengatakan bahwa sejumlah keluarganya yang tinggal didesa salubose dan salubanga saat ini memilih mengungsi ke desa tetangga yakni desa Sausu trans.
“mereka memilih mengungsi karena masih takut dengan kejadian yang baru saja terjadi ,apa lagi sampai ada aksi teror yang menyebabkan salah seorang warga disana meninggal dunia,” akunya.
Sementara itu kepala Desa Sausu Trans Anca yang dihubungi via ponselnya Selasa 1/1 kemarin membenarkan kalau sebagian warga desa Salubanga memilih untuk menginap bersama keluarganya di desa Sausu trans.
Bahkan kata dia sejumlah warganya yang memiliki kebun durian didesa Salubanga memilih belum naik ke kebun,sambil menunggu kondisi atau situasi aman .
“padahal sekarang lagi musim durian disejumlah kebun milik warga,saat warga bertanya,apakah bisa ke kebun atau tidak ,saya bilang tunggu dulu,kita tunggu kalau sudah benar benar aman,baru kita kebun lagi,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Parmout AKBP Zulham Efendi Lubis yang dikonfirnasi terkait kondisi terkahir di desa Salubanga Selasa kemarin lewat pesan singkatnya pihaknya mengaku kalau kondisi di sana sudah dalam keadaan clear. Dan juga kondisi sudah dalam keadaan normal seperti biasanya.
Sementara itu informasi terakhir terkait kondisi dua anggota kepolisian yakni Bripda Baso dan Bripka Andrew yang tertembak saat hendak melakukan olah TKP di desa Salubose saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara Palu,setelah sebelumnya pada senin malam dilakukan oprasi untuk mengeluarkan proyektil . TIM