PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat capaian penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 24,93 persen. Namun angka tersebut dinilai masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, mengatakan diperlukan langkah yang lebih optimal dan berkelanjutan untuk mengejar target tersebut.
Hal itu disampaikannya saat membuka Konsultasi Publik Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Penurunan Emisi GRK di sebuah hotel di Kota Palu, Senin, (6/4/2026).
“Capaian ini masih berada di bawah target, sehingga perlu upaya yang lebih kuat dan konsisten ke depan,” ujarnya.
Novalina menjelaskan, sektor kehutanan menjadi salah satu kontributor utama penurunan emisi di Sulawesi Tengah. Pada 2023, sektor ini tercatat menyumbang penurunan emisi sebesar 15.747 ton CO2 ekuivalen.
Selain itu, wilayah pesisir seperti ekosistem mangrove dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap karbon. Potensi tersebut, menurutnya, harus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari strategi penurunan emisi.
Ia menegaskan, dokumen Rencana Aksi Daerah yang tengah dibahas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan harus menjadi panduan operasional yang dapat diimplementasikan secara nyata.
“Dokumen ini tidak boleh berhenti sebagai arsip, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Dokumen tersebut, lanjut dia, memuat data penurunan emisi yang terverifikasi, rencana tindak lanjut yang terukur, serta strategi mitigasi di berbagai sektor, mulai dari energi, kehutanan dan lahan, pertanian, hingga pengelolaan limbah dan industri.
Selain itu, dokumen ini juga menjadi instrumen penting dalam memastikan pemanfaatan dana berbasis kinerja lingkungan seperti REDD+ berjalan efektif, transparan, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah.TIN
Target Belum Tercapai, Penurunan Emisi Sulteng Baru 24,93 Persen






